Resep Sukses Kantin Aqila Bertahan di Tengah Persaingan dan Perubahan Tren di Kampus UMRI

datariau.com
1.894 view
Resep Sukses Kantin Aqila Bertahan di Tengah Persaingan dan Perubahan Tren di Kampus UMRI
Foto: Dinda Mustika Triwardani
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau foto dengan Ibu Ana, pemilik Kantin Aqila.

PEKANBARU, datariau.com - Pada 1 Februari 2025, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Sri Wulan Saputri, Vania Adisty Hasibuan, Bunga Puji Lestari, Icha Nurfadhilla, dan Dinda Mustika Triwardani, melakukan wawancara dengan Ibu Ana, pemilik Kantin Aqila.

Di bawah dosen bimbingan Linda Hetri Suryanti SE MAk Ak CA CRMP, wawancara ini menggali lebih dalam mengenai dinamika lingkungan eksternal dan internal yang dihadapi Kantin Aqila, salah satu kantin favorit di lingkungan kampus.

Sejak berdiri pada tahun 2018, Kantin Aqila di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) telah menjadi pilihan utama bagi mahasiswa dan karyawan kampus.

Namun, perjalanan kantin ini tidak selalu mulus, karena Ibu Ana, pemilik kantin, harus menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan antar kantin, perubahan tren kuliner, dan fluktuasi harga bahan baku.

Dalam wawancara yang dilakukan, Ibu Ana mengungkapkan bahwa selain persaingan yang ketat, harga bahan baku yang terus berubah juga mempengaruhi operasional kantin.

Untuk menjaga eksistensi kantinnya, Ibu Ana mengandalkan beberapa strategi, seperti menjaga cita rasa makanan, memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut, serta menyesuaikan harga dengan kondisi pasar yang ada.

Ibu Ana memaparkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah persaingan ketat dengan kantin-kantin lain di sekitar kampus.

"Di kampus ini kantin banyak, jadi persaingan pasti ada. Kadang juga muncul rasa iri antar pedagang, apalagi kalau pelanggan lebih banyak ke salah satu kantin," ujar Ibu Ana.

Tidak hanya itu, adanya mahasiswa yang makan tanpa membayar juga menjadi kendala tersendiri dalam mempertahankan keberlangsungan kantin.

Lebih lanjut, perubahan kebijakan kampus, seperti perkuliahan daring dan libur kampus, berdampak langsung pada jumlah pelanggan yang datang ke kantin. "Kalau libur atau online, kantin jadi sepi, pendapatan turun," tambahnya.

Kehadiran acara besar seperti bazar kampus juga mempengaruhi omset kantin, karena banyak pelanggan lebih memilih membeli dari stand-stand acara daripada datang ke kantin.

Untuk mengatasi tantangan ini, Ibu Ana berfokus pada kualitas makanan dan kebersihan kantin sebagai strategi utama untuk menarik pelanggan.

Menu ayam geprek dengan sambal khas menjadi favorit utama yang selalu berhasil menarik minat pengunjung.

"Yang membuat ayam geprek kami berbeda adalah sambalnya. Banyak pelanggan yang suka karena rasanya khas dan berbeda dari kantin lain," ungkapnya.

Selain itu, menu pempek dan nasi goreng kampung juga menjadi pilihan favorit di kalangan mahasiswa dan karyawan kampus.

Meskipun mengikuti tren kuliner yang sedang viral, Ibu Ana memilih untuk tidak tergoda oleh tren sesaat yang seringkali tidak bertahan lama.

"Sebenarnya sering lihat makanan atau minuman yang lagi viral, tapi biasanya tidak bertahan lama. Contohnya teh hijau dan es oyen, dulu ramai, sekarang sudah jarang yang cari," jelasnya.

Dengan demikian, Kantin Aqila lebih memilih untuk mempertahankan menu-menu yang sudah terbukti disukai pelanggan daripada sekadar mengikuti mode kuliner yang sementara.

Selain menghadapi tantangan dari segi persaingan dan tren, kenaikan harga bahan baku juga menjadi masalah yang harus dihadapi Ibu Ana. Untuk menjaga kelangsungan harga yang wajar, Ibu Ana melakukan penyesuaian harga makanan.

"Kami sudah rapat bersama karena kantin ini bagian dari Badan Usaha Kampus (BUKK), jadi tidak bisa menaikkan harga sembarangan," kata Ibu Ana.

Penyesuaian harga tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan kualitas bahan baku yang dipilih dari agen dan mitra terpercaya.

Dalam hal promosi, Kantin Aqila lebih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut yang efektif untuk menarik pelanggan.

"Biasanya pelanggan datang karena rekomendasi temannya yang sudah mencoba. Kalau sudah suka, pasti balik lagi," ungkap Ibu Ana.

Penulis
: Dinda Mustika Triwardani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)