Polda Riau Bongkar Perdagangan Ilegal Hewan Dilindungi

Hermansyah
159 view
Polda Riau Bongkar Perdagangan Ilegal Hewan Dilindungi
Polda Riau bongkar perdagangan hewan dilindungi.

PEKANBARU, datariau.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau membongkar kejahatan perdagangan ilegal hewan dilindungi berupa Kukang, Trenggiling, Kuku Macan dan Paruh Burung Enggang di beberapa tempat di Kota Pekanbaru dalam konperensi pers yang di gelar di halaman Mapolda Riau, Senin (19/7/2021).

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan bahwa penangkapan ini terpisah dibeberapa tempat di Kota Pekanbaru. Untuk kejahatan perdagangan hewan Trenggiling/Sisik Trenggiling di tangkap dua diduga pelaku inisial IR (45) dan ER (31) di Jalan Lubuk Telongo Desa Batu Gajah, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.

Dan pelaku inisial RU di tangkap di Jalan Imam Munandar depan Islamic Arsyad Pekanbaru. Dimana saat ditangkap aparat IR dan ER memiliki barang bukti sebanyak lima belas kilo sisik Trenggiling dan RU memiliki sebanyak tiga kilo sisik trenggiling.

Masing-masing barang tersebut, merupakan harga komoditi sisik trenggiling yang cukup menggiurkan sehingga memicu mereka untuk memburu hewan dilindungi ini. Menurut Narto, IR dan ER ditangkap pada 21 Juni 2021 dan RU pada 2 Juni 2021.

"Kita masih melakukan pengembangan atas hubungan antara tersangka IR dan RE dengan tersangka RU, karena kejadiannya mereka ini memang terpisah," ujar Narto.

Selain sisik Trenggiling, juga direlease kejahatan perdagangan hewan jenis Kukang, dimana aparat Ditkrimsus Polda Riau menangkap pelaku inisial KIS (55) warga Kampar Kiri yang menetap di Kecamatan Tanjung Emas Tanah Datar (Sumatera Barat) dan RAF (30) merupakan warga Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat.

"Tersangka KIS dan RAF kita tangkap saat membawa hewan Kukang yang dilindungi ini pada hari Senin (12/7/2021) sekira pukul 06.00 Wib, di parkiran rumah Sakit Eka Hospital Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru," jelas Narto.

Pada penangkapan ini terdapat sebanyak 8 hewan Kukang yang diletakkan pada 2 kardus yang terpisah. KIS dan RAF ini menurut Narto, datang dari Tanjung Emas ke Pekanbaru untuk menjual delapan ekor Kukang yang mereka tangkap secara ilegal di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Dalam release ketiga, Narto mengungkapkan bahwa Polda Riau turut menangkap kejahatan atas perdagangan sebanyak 5 paruh burung Enggang (Burung Rangkong) dan 1 kuku Harimau oleh pelaku inisial AH (28) warga Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau.

Menurut Narto, AH ditangkap hari Jumat (2/7/2021) sekira pukul 10.00 Wib, di areal SPBU Pertamina di Jalan HR Soebrantas (tepat diseberang Pasar Simpang Baru) Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.

"Pelaku AH kita tangkap ketika sedang menunggu pembelian di SPBU diatas," ungkap Narto.

"Untuk ketiga pelaku dalam kasus ini, dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf d Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 KUHPidana," pungkasnya.(*)

Sumber
: Datariau.com