DATARIAU.COM - Sering kita mendapati info gempa dari BMKG mengenai kejadian gempa di Indonesia dengan informasi yang sangat jelas, namun masih banyak masyarakat yang masih salah dalam membaca dimana pusat gempa sebenarnya padahal info dari BMKG sudah sangat detail mengenai pusatnya juga sudah tertera.
Namun apa yang membuat masyarakat selalu salah membaca? Yaitu nama wilayah/kota yang tertera didalam info gempa yang disampaikan oleh BMKG. Masyarakat selalu salah fokus dan memberikan perhatian lebih banyak pada nama kota yang dicantumkan oleh BMKG dan mereka berfikir bahwa gempa memang terjadi di kota/wilayah itu. Padahal sejatinya bukan begitu cara membaca/mengetahui posisi pusat gempa sebenarnya.
Sebagai contoh, ada dua info gempa disini
Info Gempa Mag: 5.5, 23-Sep-2019 06:00:00 WIB Lok: 9.35 LS, 107.01 BT (255 km BaratDaya TASIKMALAYA-JABAR) Kdlmn: 10 km ::BMKG
Info Gempa Mag: 4.5, 23-Sep-2019 06:00:00 WIB Lok: 7.37 LS, 108.19 BT (22 km BaratDaya TASIKMALAYA-JABAR) Kdlmn: 10 km ::BMKG
Untuk info gempa pertama. Pusat gempanya bukanlah berada di Kota Tasikmalaya. Tetapi ada di laut atau di Laut Samudera Hindia tepatnya 255 Kilometer BaratDaya Tasikmalaya artinya pusatnya sangat jauh dari Kota Tasikmalaya. Jadi gempanya bukan ada di Kota Tasikmalaya
Untuk info gempa kedua. Pusat gempanya benar berada di sekitar Kota Tasikmalaya atau tepatnya berada di 22 km BaratDaya Tasikmalaya. Artinya gempanya di darat dan berpusat dekat dengan Kota Tasikmalaya.
Jika anda menerima informasi gempa dari BMKG. dan bertanya "Dimana pusat gempanya?" Pertama anda harus memperhatikan jarak/episenter pusat gempa ke kota yang dicantumkan oleh BMKG lalu memperhatikan peta yang dishare oleh BMKG maka anda akan mendapatkan dimana pusat gempa sebenarnya. Jadi jangan fokus pada nama kota yang dicantumkan oleh BMKG karena anda akan mendapatkan jawaban yang salah. Dan jika anda ingin mengetahui pusat gempa dengan sangat detailnya maka itu mudah, anda tinggal membukan Google Maps lalu masukan koordinat yang diberikan oleh BMKG di Info gempa yang dishare yaitu berupa angka seperti ini "7.37 LS, 108.19 BT" anda tinggal memasukan koordinat itu di peta dengan mengganti arah mata angin kedalam bahasa Inggris menjadi "7.37 S 108.19 E" maka anda akan menemukan pusat gempa sebenarnya.
Lalu ada yang bertanya lagi seperti ini
"Min kok yang ini pusatnya di Banten, padahal di info sebelah pusatnya di Sukabumi?"
Jawabannya
BMKG bebas mengambil episenter sebuah gempa berdasarkan kota/wilayah yang mereka pilih, tetapi sebenarnya pusat gempanya itu hanya satu. Dimisalkan ada gempa yang berpusat di 250 km BaratDaya LEBAK-BANTEN dan satunya lagi 280 km BaratDaya PELABUHANRATU-SUKABUMI. Kedua pusat gempa ini adalah sama yaitu di laut jauh bukan di Banten atau Sukabumi.
Jadi kedepannya mohon fokus pada episenternya dan petanya bukan pada nama kota/wilayah yang dicantumkan oleh BMKG. (InfoGempaDunia)