Lepas dari Belenggu AS, Taliban: Warga Afghanistan Seharusnya Merasa Aman

Ruslan
1.268 view
Lepas dari Belenggu AS, Taliban: Warga Afghanistan Seharusnya Merasa Aman
Khalil Ur-Rahman Haqqani (Foto: AFP)

DATARIAU.COM - Khalil Ur-Rahman Haqqani, seorang tokoh Taliban terkemuka, mengatakan semua warga Afghanistan harusnya merasa aman di bawah Taliban.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (22/8/2021), kepala keamanan Taliban itu mengakui banyak orang masih skeptis bahwa keselamatan mereka akan terjamin.

Berbicara kepada Al Jazeera pada Minggu (22/8), Haqqani telah menggemakan klaim Taliban yang akan membawa keamanan bagi semua warga Afghanistan di bawah Imarah Islam. Dia juga mengklaim bahwa amnesti umum telah diberikan Taliban di 34 provinsi nasional.

?Jika kita bisa mengalahkan negara adidaya, pasti kita bisa memberikan keamanan kepada rakyat Afghanistan,? dalih Haqqani, yang juga veteran perang Afghanistan-Soviet.

Banyak warga Afghanistan skeptis bahwa seorang pemimpin Jaringan Haqqani, yang dikenal sebagai kelompok paling brutal dan kejam yang terkait dengan Taliban, akan membawa keamanan ke Afghanistan setelah 40 tahun perang dan kekerasan.

Rasa skeptis muncul terutama karena laporan penggeledahan dari rumah ke rumah dan Kekerasan yang diduga dilakukan oleh Taliban terus terjadi, termasuk di Kabul.

Haqqani masih dicap sebagai ?teroris global? oleh Amerika Serikat (AS), dengan hadiah US$ 5 juta (Rp 72,3 miliar) untuknya yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan AS pada Februari 2011. Kini dia tetap berada dalam daftar teroris PBB.

Pernyataan Haqqani juga dilontarkan ketika ribuan orang terus mencoba masuk ke Bandara Internasional Kabul Hamid Karzai. Di sana, Taliban, pasukan intelijen, dan tentara AS secara aktif berusaha mencegah orang banyak yang mati-matian berusaha melarikan diri dari negara itu agar tidak memasuki tempat itu.

Sejak kerumunan pertama kali berkumpul di dekat bandara Minggu lalu, hampir setiap hari ada laporan tentang kekerasan, cedera, penyerbuan dan kematian. Namun, Haqqani bersikeras bahwa orang tidak perlu takut dengan Taliban.

?Permusuhan kami adalah dengan pendudukan. Ada kekuatan super yang datang dari luar untuk memecah belah kami. Mereka memaksakan perang kepada kami. Kami tidak memiliki permusuhan dengan siapa pun, kami semua orang Afghanistan,? katanya.

Referensi Haqqani tentang perang "paksa", kembali ke istilah serupa yang sering digunakan oleh pemerintah mantan Presiden Ashraf Ghani. Pemerintah itu berulang kali menyebut konflik Afghanistan sebagai ?perang yang dipaksakan?. (*)

Sumber: BeritaSatu.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)