KAMPAR, datariau.com - Himpunan Siompu Kampar Riau dijadwalkan ikut memeriahkan Hari Kebudayaan Nasional 2026 pada 18 Oktober mendatang. Dalam kegiatan tersebut, Himpunan Siompu Kampar akan menampilkan parade budaya Manjujuong Jambau, Baju Bakuduong, serta iringan musik tradisional gubano badikiu.
Untuk tingkat Provinsi Riau, peringatan Hari Kebudayaan Nasional ini dikemas dalam bentuk arakan dan parade Karnaval Budaya yang ditaja oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.
Ketua Himpunan Siompu Kampar Riau, Hj. Didis Mardisna Husin, mengatakan keikutsertaan organisasinya menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya tradisional masyarakat Kampar.
Selain menampilkan tradisi Manjujuong Jambau dan pakaian adat Baju Bakuduong, barisan Himpunan Siompu Kampar juga akan diperkuat dengan iringan musik tradisional gubano badikiu.
“Kita ikut ambil bagian dalam arakan budaya dengan memperkenalkan budaya Kampar masa lalu, yakni tradisi Manjujuong Jambau saat arakan pesta adat, lengkap dengan pakaian yang memakai tutup kepala atau kuduong, dengan iringan musik gubano badikiu. InsyaAllah,” kata Didis usai memimpin rapat persiapan di salah satu pondok sate di Sungai Pinang, Kampar, Senin (12/10/2026).
Menurut Didis, tradisi tersebut memiliki nilai budaya yang penting untuk terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar warisan adat Kampar tetap dikenal dan tidak tergerus perkembangan zaman.
Ia menegaskan, Himpunan Siompu Kampar secara berkelanjutan berupaya menggali, menjaga, dan mengangkat budaya lokal, baik melalui kegiatan internal organisasi maupun dengan berpartisipasi dalam agenda kebudayaan di tingkat Provinsi Riau.
“Kami terus menyuarakan adat budaya Kampar ini, baik kepada anggota saat kegiatan internal maupun kegiatan tingkat provinsi, hingga akhirnya dikenal khalayak luas melalui postingan media sosial,” ujar anak jati Rumbio tersebut.
Didis juga menyampaikan komitmen organisasinya untuk tetap mempertahankan penggunaan kuduong sebagai penutup kepala serta tradisi makan bajambau dalam setiap pertemuan rutin.
Baginya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui penampilan dalam acara seremonial, tetapi juga harus diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari di lingkungan organisasi dan kehidupan bermasyarakat.
Melalui partisipasi dalam Karnaval Budaya Hari Kebudayaan Nasional 2026, Himpunan Siompu Kampar berharap tradisi Manjujuong Jambau, Baju Bakuduong, dan iringan gubano badikiu semakin dikenal luas sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kampar, Riau.***