Diduga Karyawan Perusahaan Gunakan Bus Ikut Vaksin di Pekanbaru, Ketua FPK Riau Sebut Tidak Pernah Kirim Surat ke Perusahaan

Samsul
483 view
Diduga Karyawan Perusahaan Gunakan Bus Ikut Vaksin di Pekanbaru, Ketua FPK Riau Sebut Tidak Pernah Kirim Surat ke Perusahaan

PEKANBARU, datariau.com - Ketua FPK Provinsi Riau Ir Az Fachri Yasin MAgr mengatakan, FPK tidak pernah mengirim surat kepada perusahaan terkait diadakanVaksinasi yang diselenggarakan Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau yang berlokasi di Mall SKA Lantai 3, yang rencananya akan diselenggarakan dari tanggal 1 sampai 5 Juni 2021 ini.

Sehingga, acara Vaksinasi harus diberhentikan oleh pihak kepolisian dan pihak organisasi FPK Provinsi Riau, pada Jumat (4/6/2021). Hal ini mengingat meludaknya masyarakat yang antusias datang untuk melakukan vaksinasi.

"Yang kita kirimkan itu adalah paguyuban, bisa jadi ya, bisa jadi yang ini kita tidak tahukan, apakah paguyuban ini ada menyebarkan kepada yang lain, atau yang lain mendapatkan format itu, itu tidak tahukan," ungkap Ketua FPK Riau.

Ditanya, terkait diduga adanya oknum yang memobilisasi orang atau karyawan dari perusahaan hingga menggunakan bus datang untuk divaksin, Ketua FPK Provinsi Riau Fachri Yasin mengatakan untuk itu sampai saat ini dirinya belum mengetahui siapa yang melakukannya.

"Jadi kalau dipertanyaan yang pertama kalau ada orang yang memobilisasikan itu kita tidak tahu,? ujarnya.

"Kita tidak punya keyakinan siapa yang akan melakukan mobilisasi, jadi kita mendengar kabar dapat informasi ada yang dari Indakiat, ada dari RAPP, itu yang kita dengar, tapi siapakah yang melakukan mobilisasi itu sampai sekarang kita belum tau itu,? beber Fachri Yasin.

Menurutnya, masyarakat bisa sampai membludak di lokasi vaksinasi, karena adanya orang dari RAPP dan Indakiat.

?Itu menjadi salah satunya, jadi membludak itukan setelah Jumat an, jadi sampai jam setengah 12 itu terkendali, yang jelas yang pertama," paparnya.

Ketua FPK Provinsi Riau Fachri Yasin menyebutkan, terjadinya meludak yang datang ingin divaksin membuat kesulitan dalam mengendalikan peserta yang hadir.

"Maka kita membatalkan untuk hari besok, karena pengalaman kita kemarin sebelumnya orang yang disuruh pulang hari Kamis, akan datang kembali hari Jumat, dan hari Jumat yang tidak bisa divaksin ini kita takutnya datang lagi di hari Sabtu, jadi takut kita dihari Sabtu tidak terkendali,? ujar ketua FPK Provinsi Riau Fachri Yasin. (den)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)