Cegah Karhutla, Bupati Rohul Akan Bantu 2 Unit Motor Trail Untuk Polsek Bonai

datariau.com
934 view
Cegah Karhutla, Bupati Rohul Akan Bantu 2 Unit Motor Trail Untuk Polsek Bonai

ROKAN HULU, datariau.com - Bupati Rokan Hulu H Sukiman terus menunjukkan perhatiannya dalam menangani dan mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Hal tersebut disampaikan Sukiman melalui rapat analisa dan evaluasi penanganan karhutla yang dilaksanakan di aula lantai tiga kantor Bupati Rohul yang berada di Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah.

Dia mengatakan akan memberikan bantuan berupa dua unit motor trail ke pihak Polsek Bonai, dimana kendaraan tersebut akan digunakan dalam rangka pencegahan karhutla.

"Kecamatan Bonai merupakan wilayah yang memiliki lahan gambut maka dari itu kita akan memberikan motor trail. Tadi juga sudah saya sampaikan kepada pak sekda agar segera di atur pemberian motor trail itu biar bisa di gunakan oleh personil TNI Polri,” beber Sukiman.

Selain itu, dia juga menghimbau kepada setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu agar memiliki peralatan damkar untuk membantu wilayah kecamatannya jika terjadi karhutla.

"Dalam kegiatan rapat, tadi saya sudah menghimbau setiap perusahaan yang ada di rohul agar memiliki peralatan damkar. Itu semua, untuk mencegah tidak meluasnya jika terjadi karhutla,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu AKBP Budi Setiyono mengatakan, jika terjadi karhutla di Kabupaten Rokan Hulu banyak lokasi yang sulit dilalui dengan kendaraan roda empat.

“Saat terjadi karhutla, banyak medan yang sulit dilalui dengan roda empat dan hanya dapat di tempuh dengan berjalan kaki dan roda dua. Makanya kita sangat membutuhkan kendaraan roda dua atau motor trail,” kata AKBP Budi Setiyono.

Dia menambahkan, semua wilayah yang ada di Kabupaten Rokan Hulu rawan akan terjadinya karhutla.

“Dari tingkat kerawanan itu kita temukan ada disana wilayah Kecamatan Bonai Darussalam. Karena wilayah di sana struktur lahannya adalah gambut dan cukup rawan. Pemadaman di wilayah gambut cukup sulit, sudah dipadamkan di permukaan tetapi di bawah masih membara. Jadi perlu penaganan yang cukup serius,” tambahnya.

“Dengan adanya kegiatan rapat koordinasi ini, kita ingin menggugah semangat semua stekholder yang ada di sini jangan saja TNI Polri dan BPBD yang harus turun duluan. Kita harus sama-sama turun dalam melakukan pemadaman,” tambahnya.

Masih di tempat yang sama, Dandim 0313/KPR Letkol Arh Muliyadi yang diwakili Danramil 11 Tambusai Kapten Inf Lilik Haryono menghimbau kepada semua pihak agar meninggalkan kebiasaan lama jika ingin membuka lahan dan hutan di duga masih menggunakan cara lama dengan membakar.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)