Akses Jalan Usaha Ditutup PT KPI Dumai, Lansia 70 Tahun Perjuangkan Hak

Samsul
55 view
Akses Jalan Usaha Ditutup PT KPI Dumai, Lansia 70 Tahun Perjuangkan Hak
Benny Hattan Simbolon (70).
DUMAI, datariau.com ??" Benny Hattan Simbolon (70), pengelola kolam renang Taman Ceria di Jalan Raya Bukit Datuk, Kota Dumai, mengaku kehilangan akses jalan menuju tempat usahanya setelah jalan tersebut ditutup oleh pihak PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Dumai.

Penutupan akses itu berdampak terhadap aktivitas usaha yang telah dikelolanya selama 22 tahun. Simbolon mengaku, jalan tersebut selama ini digunakan sebagai akses masuk bagi pengunjung kolam renang Taman Ceria.

Ia menyebut memiliki surat izin penggunaan lahan bersempadan untuk akses jalan yang diterbitkan sejak 2004. Menurutnya, seluruh persyaratan yang diminta perusahaan saat itu telah dipenuhi.

Namun, sekitar tiga tahun lalu, akses jalan tersebut ditutup. Simbolon mengaku upayanya mempertahankan akses menuju tempat usaha berujung pada persoalan hukum hingga dirinya menjalani hukuman penjara selama kurang lebih 2,5 bulan.

“Kenapa ada diskriminasi terhadap saya yang sudah tua ini, yang hanya ingin mencari nafkah untuk hari tua? Kenapa hanya akses jalan usaha saya yang ditutup, sementara jalan usaha milik orang lain di sekitarnya tidak ditutup?” ungkap Simbolon dengan nada kecewa.

Ia mengatakan, saat ini dirinya bersama para pengunjung harus melewati jalan usaha milik pihak lain untuk mencapai lokasi kolam renang tersebut.

Mediasi Belum Menemukan Titik Terang

Simbolon mengaku berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan telah dilakukan. Pemerintah setempat, kata dia, pernah memfasilitasi pertemuan mediasi di Kantor Camat Dumai Selatan. Namun, perwakilan PT KPI Dumai disebut tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Harapan penyelesaian kembali muncul setelah General Manager PT KPI Dumai yang baru, Muh Rum, disebut mengarahkan agar Simbolon mengajukan permohonan ulang terkait pembukaan pagar akses jalan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, surat permohonan kemudian disampaikan kepada bagian aset melalui Area Manager Asset Operation PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Aswin Mushardiyanto.

Namun, menurut pihak Simbolon, permohonan tersebut belum mendapatkan jawaban resmi. Saat perwakilannya menanyakan perkembangan surat melalui perwakilan perusahaan bernama Ainun dan Admin RU II Dumai bernama Clara, mereka memperoleh informasi bahwa berkas masih dalam tahap evaluasi tim.

Perwakilan Simbolon juga mengaku telah beberapa kali menghubungi staf bagian aset bernama Livi melalui pesan WhatsApp, tetapi belum mendapatkan respons.

Setelah menunggu beberapa bulan, pihak Simbolon kembali meminta kejelasan kepada Admin RU II Dumai. Namun, mereka kembali mendapat jawaban bahwa pihak admin akan mengonfirmasi perkembangan permohonan tersebut kepada tim aset.

Hingga berita ini disusun, berdasarkan keterangan pihak Simbolon, belum ada kepastian mengenai tindak lanjut permohonan pembukaan akses jalan tersebut.

Tempuh Jalur Hukum

Penutupan akses jalan itu, menurut Simbolon, menimbulkan kerugian materiil maupun nonmateriil karena menghambat aktivitas usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupannya.

Merasa belum memperoleh penyelesaian, Simbolon menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan haknya.

Ia juga telah mengajukan permohonan pendampingan hukum kepada Lembaga Bantuan Hukum Cinta Lingkungan Pencari Keadilan (LBH-CLPK) Kota Dumai.

Melalui pendampingan tersebut, Simbolon berharap persoalan penutupan akses jalan dapat ditelusuri secara hukum dan ditemukan penyelesaian yang memberikan kepastian bagi keberlangsungan usaha kolam renang Taman Ceria.

Sementara itu, keterangan resmi dari pihak PT KPI Dumai mengenai alasan penutupan akses jalan, status perizinan penggunaan lahan, serta tindak lanjut permohonan pembukaan pagar masih diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang. Terkait berita tersebut, pihak redaksi membuka hak jawab dari PT KPI Dumai untuk berita selanjutnya.**
Tag:Dumai
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)