Peneliti Muda Ini Bikin Robot untuk Cegah Krisis Air Bersih

Ruslan
1.008 view
Peneliti Muda Ini Bikin Robot untuk Cegah Krisis Air Bersih
(Foto: Science Alert)
Peneliti Robot Cegah Kelangkaan Air Bersih, You Wu.

DATARIAU.COM - Seorang insinyur asal Tiongkok, You Wu membuat robot yang kabarnya mampu menyelamatkan kelangkaan air bersih. Bahkan menyelamatkan 2 triliun galon air minum yang hilang setiap tahunnya.

American Society of Civil Engineers memperkirakan bahwa ada 240.000 jeda air di Amerika Serikat setiap tahun, setara dengan membuang lebih dari 2 triliun galon (7,5 triliun liter) air minum yang diolah setiap tahun. Bahkan sekira 20 persen air bersih di seluruh dunia hilang setiap harinya.

Dilansir dari laman Science Alert, Senin (10/9/2018), ide tersebut bermula saat Wu yang besar di Tiongkok mengalami kesusahan air. Hal ini lantaran, para pejabat di daerahnya mematikan air selama setengah hari setiap minggu atas nama konservasi.

Pengalaman tersebut berkontribusi terhadap minat pria 28 tahun ini dalam mengatasi kelangkaan air, yang ia pilih untuk dipelajari lebih mendalam setelah pindah ke Amerika Serikat 10 tahun lalu. Tepatnya, sebagai lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Wu telah mengembangkan robot yang mampu mendeteksi kebocoran di pipa air.

"Ketika robot bergerak dengan air melalui pipa, "tangan" menyentuh pipa dan merasakan gaya isap yang disebabkan oleh kebocoran," kata Wu saat wawancara dengan Business Insider.

Lengkapnya, Wu mengungkapkan jika robot ini dirancang untuk memeriksa pipa tanpa mengganggu layanan air, dan itu dapat dimasukkan ke dalam pipa di hidran dan di persimpangan tiga arah.

Dari sana, lanjut dia sistem analisis menciptakan peta yang memberi tahu operator pipa di mana kebocoran, seberapa besar mereka, dan apa kemungkinan kegagalan bencana. Sejauh ini, robot telah diuji di Arab Saudi, Virginia, dan Inggris.

"Banyak metode pendeteksian kebocoran tersedia di pasar, tetapi opsi ini bergantung pada mendengarkan suara yang disebabkan oleh getaran pipa dan pengurangan tekanan. Berfokus pada akustik tidak bekerja dengan baik di kota-kota karena tingkat kebisingan," imbuh Wu.

Wu membutuhkan waktu selama lima tahun untuk membuat prototipe. Versi saat ini, Lighthouse, dirilis pada Januari 2018, tidak lama setelah ia mendapatkan penghargaan 30 Under 30 untuk bidang manufaktur dan industri dari Forbes.

Untuk terus mengembangkan robot tersebut, Wu juga bekerjasama dengan teman kuliahnya Tyler Mantel untuk membentuk WatchTower Robotics, yang mereka dirikan pada Juni dengan dukungan dari Techstars Sustainability Accelerator.

"Tujuan akhir saya adalah untuk menempatkan peralatan robot kami ke tangan teknisi lapangan di setiap kota di seluruh dunia. Sehingga setiap kota di dunia dapat memiliki lebih sedikit kehilangan air karena kebocoran dan mendukung pertumbuhan populasi lebih banyak," kata Wu.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: okezone.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)