Pedagang Pajak Lama Kembali Resah, Banyak Kios Dibongkar Maling

Datariau.com
1.057 view
Pedagang Pajak Lama Kembali Resah, Banyak Kios Dibongkar Maling
Pedagang ayam potong, Syahdiaman saat menunjukkan tempat penyimpanan barang yang dicongkel maling.

BAGANBATU, datariau.com - Pedagang pasar tradisional khususnya yang di Pajak Lama Baganbatu kota Kecamatan Bagan Sinembah kembali diresahkan dengan maraknya aksi pencurian.


Berdasarkan informasi yang dirangkum datariau.com di Pajak lama, Rabu (22/4/2020) kemarin menyebutkan,  kejadian ini terjadi silih berganti dalam kurun waktu kurang lebih satu setengah bulan atau sejak munculnya wabah Covid-19 hingga sekarang. Kasus tersebut diketahui setelah adanya aduan dari para pedagang satu sama lainnya.


"Sudah ada 8  pedagang yang  mengaku bahwa kiosnya telah di bongkar maling," kata Syahdiaman Saragih kepada awak media.


 Syahdiaman yang sehari- hari berjualan daging ayam potong ini mengaku dirinya dan para pedagang lainya menjadi resah dengan maraknya aksi pencurian yang terus merajalela di Pajak lama ini. Padahal menurutnya, dirinya dan pedagang lainnya sudah membayar uang bulanan kepada penjaga malam.


" Tiap bulan saya bayar uang jaga malam150 ribu, tapi  gak aman juga nyatanya," kesal Syahdiaman.


Dirinya mengaku, akibat kejadian pencurian tersebut Ia mengalami kehilangan barang berharga diantaranya 2 buah tabung gas LPG, Timbangan ayam 100 kg dan 5 ekor ayam potong.


"Kalau ditaksir kerugian saya mencapai 1,5 juta,"  kata Syadiaman.


Pedagang lainnya Wirman yang sehari- hari berjualan Nasi atau sarapan pagi juga mengalami hal serupa. Tabung gas miliknya yang berada dikios jualan nasi sebanyak 2 buah juga raib di embat maling. Para kawanan pelaku itu masuk dengan cara merusak pintu.


"Pintu kami ini dirusaknya," kata Wirman yang juga mengaku setiap bulannya juga membayar bulanan kepada penjaga malam.


Selain itu juga ada Pedagang lainnya yakni Akadri, sehari- hari  jualan Bumbu giling ini  juga mengaku telah  kehilangan speaker dan uang yang berada di dalam kota infak yang berada di dalam kios. Akibatnya Akadri mengalami kerugian ditaksir mencapai kurang lebih 2 juta.


" Mereka ( Maling..red) juga mencongkel dan merusak pintu," katanya.


 Selain ketiga pedagang diatas kasus tersebut juga dialami para pedagang lainnya diantaranya  Budi seorang pedagang yang sehari- hari jualan kelapa parut, Wati pedagang sembako, Sahat pedagang Sayur dan pedagang lainnya. 


Dengan adanya kasus tersebut para pedagang enggan untuk melaporkannya ke Polsek Bagan Sinembah, namun mereka mengaku sudah melaporkannya ke ketua Rt  setempat dan kelurahan.


"Kemarin sudah saya sampaikan kepada ketua Rt dan orang kelurahan dan katanya mau disampaikan ke Bhabinkamtibmas, tapi belum ada jawaban hingga sekarang," kata Wirman yang diamini pedagang lainnya.(sel).

Penulis
: Sella
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Tag:Rohil
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)