PEKANBARU, datariau.com - Hotel Tasia Ratu di Jalan KH Hasyim Ashari Kota Pekanbaru terbakar, Jumat (22/2/2019) sore. Api dan kepulan asap tebal tampak membakar bangunan yang berada di atas hotel berlantai tiga tersebut.
Dikutip tribunpekanbaru.com, sebanyak 5 unit mobil pemadaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau juga dikerahkan untuk memadamkan api di bagian depan hotel.
Sementara 2 unit lainnya dikerahkan untuk melakukan pemadaman di bagian belakang bangunan tepatnya di Jalan Wolter Mongisidi Pekanbaru.
Anto, salah satu saksi mata kebakaran tersebut mengatakan, api pertama kali diketahui oleh warga lantaran ada asap hitam mengepul dari atap bangunan di atas hotel. Asap itu muncul sekitar pukul 15.30 WIB atau usai sholat ashar.
"Tadi saya parkir di sekitar sini, kemudian ada asap hitam muncul di atas bangunan. Orang teriak-teriak kebakaran," ujar Anto.
Dikutip Riau1.com, api membakar bangunan bagian atas hotel. Api yang sempat menjulang tinggi berhasil dipadamkan. Beruntung, api tidak membakar bagian kamar hotel. Penghuni bangunan lain ikut membantu menyiram api yang terbakar di hotel tersebut.
Hotel ini berada di sekitar Pasar Pusat Pekanbaru. Warga Pekanbaru terutama pedagang, masih trauma dengan kejadian beberapa tahun lalu di kawasan pasar ini.
Bagian atas Hotel Tasia Ratu yang terbakar merupakan sebuah gudang. "Bagian atas hotel yang terbakar itu sebuah gudang," ucap salah seorang penghuni hotel sembari berlari keluar hotel.

Salah seorang petugas pemadam kebakaran mengatakan, api sudah berhasil dipadamkan. "Hanya bagian atas saja yang terbakar. Api tidak sampai merambat ke lantai di bawahnya," ucapnya.
Edi Purnomo, tak menyangka kalau hotel milik orangtuanya terbakar, yakni Hotel Tasia Ratu Syariah di Jalan Hasyim Ashari. Beruntung, ia kebetulan datang ke hotel tersebut saat kejadian.
Dikutip Riau1.com, Edi menceritakan awal mula kejadian. Berawal saat ini baru saja tiba dengan mengendarai mobil ke kawasan parkir tersebut, sekitsr pukul 16.00 WIB. "Saya dengar ibu-ibu berteriak. Saya lihat ke atas, rupanya sudah asap menjulang tinggi," katanya.
Edi segera masuk ke dalam hotel untuk menyelamatkan orangtuanya, pemilik Hotel Tasia Ratu Syariah. Para karyawan yang berjumlah lima orang juga disuruh keluar. "Saya selamatkan orang tua, kakak, dan ponakan saya. Kebetulan, penghuni hotel sudah check out semua dari siang," ungkap Edi.
Sekitar 30 menit kemudian, petugas dan mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi. Api dapat dipadamkan dengan cepat. "Saya tanya ke pemadam, tidak ada api yang merembet ke bangunan lain sekitar hotel. Di dalam hotel, api hanya sampai tangga lantai tiga," sebut Edi.
Api berasal dari gudang yang berasal lantai 4. Gudang itu berisi barang-barang bekas renovasi. "Hotel ini baru saja direnovasi di lantai dasar. Jadi barang-barang sisa renovasi di simpan di gudang bagian atas berupa karpet dan sebagian kursi. Pokoknya perabotan hotel. Di lantai 4 itu bekas gedung pertemuan," jelas Edi.

Diduga, sumber api berasal dari korsleting listrik di dalam gudang perawatan di bagian atas hotel.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru Burhan Gurning di sela-sela pemadaman api mengatakan, api berhasil dipadamkan dalam waktu 30 menit. Seluruh mobil pemadam kebakaran yang bermarkas di Jalan Cempaka dengan cepat tiba di lokasi.
"Antasipasi kebakaran kami tekan secepatnya agar tidak meluas ke bangunan lain. Kalau meluas, kerugian akan semakin besar dan korban bisa timbul," ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. "Sumber api diduga berasal dari korsleting listrik. Itu gudang untuk alat perawatan bangunan hotel," ungkap Burhan. (*)