Kisah Kaburnya 4 Tahanan dan Acara Isra' Mi'raj di Rutan Kelas IIB Rengat

datariau.com
1.105 view
Kisah Kaburnya 4 Tahanan dan Acara Isra' Mi'raj di Rutan Kelas IIB Rengat
ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Pada hari Selasa (25/5/2016) sekitar 04.00 Wib, Empat orang titipan tahanan hakim di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Rengat berhasil kabur. Mereka kabur setelah berhasil membobol plafon ruang tahanan.

Awalnya ada enam orang yang sudah berusaha untuk kabur, namun dua orang tahanan lain gagal kabur setelah kepergok petugas sipir yang sedang jaga.

Keempat orang tahanan kabur itu antara lain Deni Setiawan usia 30 tahun perkara 363, Mareti Laoli usia 20 tahun dengan perkara cabul atau kasus perlindungan anak dengan pasal 81, Haris Gule usia 28 tahun perkara 363, dan Ali Amran usia 29 tahun perkara 303, judi.

Sedangkan dua tahanan yang berhasil diamankan atas nama Rusli kelahiran tahun 1978 dengan perkara narkoba dan tahanan atas nama Harianto kelahiran tahun 1980.

Kepala Rutan Drs Abdul Aziz BC Ip, didampingi Kasi Pembinaan Rudinur saat dikonfirmasi membenarkan insiden pelarian 4 tahanan dari Blok B kamar 5.

Abdul Aziz dan Rudinur mengklaim sudah koordinasi dengan pihak kepolisian. "Benar, saya sudah ambil data tahanan lari dari Rutan," ucap Kapolsek Rengat Barat, Kompol Prengki Tambunan.

Kaburnya tahanan ini seakan beriringan dengan gagalnya kehadiran Ustaz Anton Medan di Rutan Kelas IIB Rengat, Senin (23/5/2016). Sebelumnya diketahui ratusan penghuni Rutan kecewa karena mubaligh yang merupakan mantan preman kelas kakap tak jadi mengisi acara di Rutan Rengat.

Anton Medan juga dikabarkan jatuh sakit dan harus dirawat di salah satu RS di Pekanbaru. Sesuai agenda Rutan, pada Senin (23/5/2016) siang, kunjungan Anton Medan ke Rutan Rengat dalam rangka mengisi ceramah umum peringatan Isra' Mi'raj.

Namun demikian, acara hari itu tetap meriah karena dihadiri langsung Bupati Indragiri Hulu H Yopi Arianto, segenap pejabat eselon II, III dan IV serta beberapa anggota DPRD Inhu.

Penulis
: Heri
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)