Jelang Lebaran, KSOP Selatpanjang Lakukan Uji Petik Angkutan Laut

Rahmad
690 view
Jelang Lebaran, KSOP Selatpanjang Lakukan Uji Petik Angkutan Laut
Foto : Rahmad
Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Kelas V Selatpanjang, Suharto.

MERANTI, datariau.com - Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Selatpanjang melakukan uji petik (pengecekan) terhadap angkutan laut. Hal ini dilakukan untuk memastikan fasilitas dan perlengkapan berlayar pada kapal aman untuk keselamatan penumpang menjelang lebaran.


Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Kelas V Selatpanjang, Suharto mengatakan, pihaknya telah melakukan uji petik angkutan laut khusus homebase di Selatpanjang. Pengecekan dilakukan untuk memastikan angkutan laut yang beroperasi bisa mematuhi aturan untuk menjamin keselamatan penumpang dan berlayar. 

Untuk speed boat, kata dia sudah dilakukan uji petik, antara lain Porti Garuda, Nagaline, Meranti Ekspres, dan Kepau Jaya. Sementara untuk kapal ada dua unit yakni, kapal Elugco dan Jelatik.

"Hasilnya, speed boat Kepau Jaya saat dilakukan uji petik di bulan Desember 2018 lalu, speed mereka tidak memiliki radio. Namun saat uji petik angkutan lebaran tahun 2019 ini, mereka sudah pasang," ujar Suharto saat ditemui di Pelabuhan I Tanjung Harapan, Selatpanjang, Jum'at (3/5/2019).

Lanjut Suharto, pada speed boat Meranti Ekspres ditemukan sebanyak 12 life jacket khusus anak-anak sudah tidak laik pakai. Karena sudah rusak dan gabusnya banyak yang patah.

"Sudah kita minta untuk menggantinya. Mereka minta tempo dalam waktu satu minggu. Karena life jacketnya mereka pesan di Jakarta," ungkap dia.

Setelah dilaksanakan uji petik, pihak KSOP juga akan memanggil pemilik (owner) kapal dan penjual tiket untuk melakukan rapat kecil dalam memecahkan persoalan penjualan tiket. "Kita harapkan jangan menjual melebihi kapasitas yang ditentukan. Untuk itu, kita pastikan tidak kenaikan tarif harga tiket," ujarnya.

Kemudian untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kata Suharto tiap tahun pemilik kapal akan menyediakan homebase kapal di Selatpanjang. Biasanya Batam Jet menyediakan satu unit kapal pada waktu pagi, sekarang sudah ada dua kapal.


Saat ditanya jika ada pihak penyedia angkutan laut yang melanggar aturan, kata Suharto mereka akan diberikan sanksi berupa surat teguran kepada nakhoda. "Yang kedua mungkin kita turunkan nakhodanya, dan digantikan dengan nakhoda yang kita tentukan. Selain itu bisa dengan membuktikan ijazah," terang Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Kelas V Selatpanjang itu.
Penulis
: Rahmad
Editor
: Redaksi