Ditetapkan Sebagai Zona Merah Covid-19, Beginilah Nasib Pedagang di Pekanbaru

Datariau.com
333 view
Ditetapkan Sebagai Zona Merah Covid-19, Beginilah Nasib Pedagang di Pekanbaru
Pedagang nasi goreng di kecamatan sail, pekanbaru (senin, 27/4/2020)

PEKANBARU, datariau.com - semenjak adanya wabah virus corona di indonesia dan ditetapkannya Pekanbaru sebagai salah satu wilayah zona merah penyebaran virus corona ( covid-19 ). Akhirnya pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) untuk mengantisipasi penyebarannya.


Kebijakan ini tentunya mengundang banyak sekali keluh kesah terutama dari pedagang yang menggantungkan biaya hidup sehari-harinya lewat berjualan. Pendapatan tidak ada namun, tetap harus mengeluarkan uang untuk biaya hidup.


Penerapan PSBB di pekanbaru dilengkapi dengan beberapa aturan. Salah satunya kepada pedagang agar hanya menerima pembelian take a way ( di bungkus ), dilarang adanya meja dan kursi karena dapat mengundang pelanggan untuk duduk makan. Selain itu, kita juga dibatasi keluar minimal sampai jam 10 malam, dan beberapa toko itu hanya diperbolehkan buka sampai jam 8 malam.


Deva, salah satu pedagang nasi goreng di kecamatan sail merasakan imbasnya kebijakan ini bagi kehidupannya. Sebelum adanya virus covid-19 dan penerapan PSBB jualannya sangat ramai, tetapi sekarang sangat sepi sekali.


"Sepi sekali, awalnya karena ada 1 orang yang positif terinfeksi covid-19 kecamatan ini, ditambah dengan penerapan PSBB jadi makin sepi. Orang semakin takut untuk keluar," terangnya.


Meski kondisinya sulit, deva mengaku bersyukur karena masih dibolehkan untuk berjualan dan tetap mematuhi kebijakan pemerintah untuk menerapkan PSBB. 


"Tetap bersyukur di daerah sail masih diizinkan berjualan. Sekarang di daerah sudirman, sudah tidak boleh jualan karena di sana lah titik keramaian," ucapnya.


ia juga menuturkan bahwa biasanya menjelang puasa, di sail selalu ada pasar ramadhan. Tetapi di tahun ini tidak ada sama sekali pasar ramadhan. padahal dengan itulah ia bisa memperoleh pendapatan tambahan .


"Tahun ini tidak ada pasar ramadhan, tentu saya akan kehilangan pendapatan dan bisa sama sekali tidak memiliki pendapatan selama ramadhan ini," tambahnya.


Ia hanya berharap kepada pemerintah agar dapat memberikan solusi kepada pedagang atau masyarakat ekonomi kebawah sepertinya. Dengan memberikan bantuan atau keringanan agar kehidupan ekonomi tidak terpuruk.


"Semoga ada bantuan dari pemerintah kepada pedagang seperti kami agar tidak resah dan tidak memikirkan kondisi ekonomi yang terpuruk," harapnya. 

Penulis: Mahasiswa Riau

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)