Diperbaiki RAPP, Jalan Poros Tanjungpisang-Selatakar Makin Bedelau

Bambang
273 view
Diperbaiki RAPP, Jalan Poros Tanjungpisang-Selatakar Makin Bedelau
Foto istimewa
Kondisi jalan poros antara Desa Tanjungpisang-Selatakar yang sudah bersih dan bedelau.

MERANTI, ddatariau.com - Pemerintah Kecamatan Tasik Putripuyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, bersama masyarakat dan PT RAPP, melakukan pembenahan terhadap jalan poros antara Desa Tanjung Pisang dengan Selatakar.

Camat Tasik Putripuyu Sugiati melalui Sekretaris Camat (Sekcam), T Mahadar menyampaikan bahwa pihaknya berinisiatif mengusulkan pembenahan jalan poros tersebut, mengingat kondisinya sudah tidak nyaman untuk dilewati.

"Kemarin kita usulkan ke RAPP. Alhamdulillah, mereka merespon dengan baik. Manajemen perusahaan membantu kita membenahi jalan dengan cara menimbun lubang-lubang yang ada. Mereka menurunkan alat berat. Sekarang,.masih tahap pengerjaan," ungkapnya. 

Pihaknya, lanjut Mahadar, berterimakasih atas kerjasama serta perhatian dari RAPP yang selalu menyuport berbagai kegiatan  yang dilakukan Pemcam maupun masyarakat Tasik Putripuyu.

"Ini satu kemudahan bagi kami. Setidaknya keberadaan perusahaan HTI ini memberikan kontribusi nyata untuk daerah, trutama kecamatan. Kami berharap terus dilanjutkan kedepannya. Sehingga, upaya kami membangun kecamatan ini agar lebih baik lagi ikut dibantu," ucapnya.

Jalan poros Desa Tanjung Pisang dengan Selat Akar itu merupakan akses utama masyarakat dari beberapa kecamatan, bahkan antar-kabupaten. Masyarakat Pulau Padang khususnya, terus berharap peningkatan akses jalan tersebut agar urusan makin mudah.

Jalan tersebut sebelumnya dibangun melalui APBD Kepulauan Meranti dengan pola base C. Kondisinya saat ini memang kurang representatif, karena selain ditumbuhi semak di kiri dan kanan, jalan itu sudah berlubang. Sehingga, menjadi penyebab sulit untuk dilalui.

CD Officer PT RAPP Pulau Padang, Yandi Masnur menjelaskan bahwa pembersihan jalan Bernas itu dilakukan sepanjang 7.500 meter dengan lebar sekitar 12 meter. 

"Aktifitas yang kami lakukan yaitu pembersihan badan jalan dan parit. Selain itu, ada juga pembuatan embung air di lokasi yang rawan Karhutla. Pekerjaaan ini dilaksanakan selama seminggu" ungkapnya.

Setelah adanya pembersihan tersebut, pihaknya berharap kedepan, pihak desa dan kecamatan menghimbau masyarakat untuk selalu menjaganya dengan  gotong-royong secara rutin.

"Jalan ini harus selalu dibersihkan. Kita berharap masyarakat menjaganya. Selalu gotong-royong agar tidak ditumbuhi semak belukar," harapnya.(tan)

Penulis
: Atansyam
Editor
: Syamsidir
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)