Dampak Pendemi Corona, Harga Gula Pasir di Aceh Melambung Naik

Datariau.com
401 view
Dampak Pendemi Corona, Harga Gula Pasir di Aceh Melambung Naik
Gula pasir langka dipusat pasar tradisional.

LANGSA, datariau.com - Dampak pendemi virus corona, harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional dua pekan terakhir di tiga Kabupaten/Kota Provinsi Aceh melambung naik mencapai Rp. 20 ribu/kilogramnya.


Dari pantauan media ini, Jumat (27/3/2020) harga gula pasir di Pasar tradisional Aceh Tamiang,  Kota Langsa dan di Pasar tradisional kabupaten Aceh Timur harga gula pasir dalam dua pekan terakhir mengalami kenaikan sekitar Rp 3.000 per kilogram.


Dari pengakuan beberapa pedagang tradisional di tiga Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur, dimana kenaikan harga gula pasir akibat pasokan komoditas ini menurun.


"Harga gula pasir naik Rp 3.000/kg sejak dua pekan yang lalu," kata Muhammad Yasin salah seorang pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Kota Idi Aceh Timur.


Hal sama juga dikatakan Hasbullah salah seorang pedagang di Pusat Pasar Tradisional Kota Kuala Simpang Aceh Tamiang, sebelumnya, dua pekan yang lalu kami pedagang eceran bisa menjual gula seharga Rp 14 hingga Rp.15 ribu/kilogramnya, namun saat ini naik menjadi Rp.19 hingga Rp.20 ribu/kilogram.


"Dengar-dengar berita yang beredar dikalangan kami selaku pedagang eceran, kenaikan harga disebabkan impor gula pasir dibatasi akibat terjangkitnya pendemi virus corona, sehingga menyebabkan kelangkaan atau kekurangan gula pasir di pasaran," tutur Abdullah salah seorang usaha dagang dipertokoan pusat pasar Kota Langsa.


Disebutkan Abdullah, paling banter stock gula ditokonya kisaran 2 zak, sedang persediaan gula yang dijualnya sekarang hanyalah gula dalam negeri seharga Rp.19 ribu/kilogram, begitupun ada juga yang menjual Rp.20 ribu/kilogramnya.


Abdullah mengakui, sebelumnya dia bisa menjual gula pasir dengan harga Rp. 14 ribu/kilogram.


"Alhamdulillah Kementrian Perdagangan RI melalui Dir Bapokting sudah merespon surat Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah terkait permintaan tambahan kuota gula untuk Aceh. Kemendag akan mengirim secepatnya gula untuk Aceh penambahan kuota sebanyak 20 ton untuk tahap awal," kata Plt Kadis Perindag Aceh, Muslem Yacob, dalam siaran persnya. 


Selain gula pasir, harga ikan laut segar relatif aman, untuk ikan segar laut lokal seperti ikan kembung Rp.30-40 ribu/kilo, ikan tuna Rp. 35-40 ribu/kilo, ikan biji nangka dan ikan regak Rp. 25-30 ribu/kilogrannya.


"Sementara komoditas pangan lain tidak mengalami kenaikan yang signifikan seperti bawang merah Rp.40 ribu/kg sebelumnya Rp.38 ribu/kg, bawang putih Rp.60 ribu/kg, cabe merah Rp.38 ribu/kg, cabe rawit Rp.36 ribu/kg, kedelai Rp.10 ribu/kg, dan jagung Rp.6.500/kg," tutur Marni pedagang penyedia kebutuhan dapur dipusat pasar Kota Langsa. 


Begitu juga dengan minyak goreng curah saat ini dijual Rp 14.000/liter naik Rp 1.500 dari sebelumnya Rp 12.500/liter, sedang untuk minyak goreng kemasan sekitar Rp 16.000 - Rp 20.000/kg. (esyar). 

Penulis
: Edi Syarifuddin
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Aceh
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)