WNI di Kapal Wolrd Dream Dijemput Besok, Ini Lokasi Baru Karantina..

453 view
 WNI di Kapal Wolrd Dream Dijemput Besok, Ini Lokasi Baru Karantina..
Foto: Ilustrasi/Int

DATARIAU.COM - Pemerintah memastikan mengevakuasi warga Indonesia yang berada di dua kapal pesiar, Diamond Princess dan World Dream. Penjemputan pertama dilakukan terhadap anak buah kapal World Dream. Pertimbangannya, lokasi kapal lebih dekat dengan Indonesia.

Sejak Minggu (23/2), kapal rumah sakit KRI dr Soeharso berlayar menuju perairan dekat Johor, Malaysia. "Nanti (WNI ABK World Dream) dipindahkan ke KRI Soeharso dan akan diobservasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan," kata Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2).

Pemindahan dilakukan besok (26/2) pukul 10.00 WIB di Selat Durian, Riau. Pemindahan dari kapal ke kapal dilakukan dengan menggunakan sekoci. Selanjutnya, KRI dr Soeharso menuju Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, dan diperkirakan tiba pada Jumat (28/2) pukul 09.00 WIB.

Pemerintah tidak lagi memilih Natuna seperti saat menangani WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok. Namun, lokasi observasi ditetapkan di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

Pulau tersebut dipilih sebagai lokasi observasi setelah dianggap aman karena tidak berpenghuni, tetapi ada fasilitas yang mendukung. Misalnya, mata air dan gedung-gedung yang terpisah-pisah. "Penanganan observasi akan dilakukan seperti halnya yang pernah dilakukan pada WNI dari daratan Tiongkok selama 14 hari sejak kedatangan di pulau," terang Muhadjir yang menjelaskan hal serupa setelah rapat koordinasi lintas kementerian di kantornya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menambahkan, saat ini prioritas pemerintah adalah memulangkan ABK yang bekerja di kapal World Dream. "Karena itu sudah yang paling dekat dengan kita," ujar Terawan.

Pemerintah akan mengatur agar mereka bisa mendapat sarana karantina yang baik. Langkah tersebut juga memiliki risiko paling kecil. Sebanyak 188 ABK tersebut dievakuasi dengan menggunakan kapal TNI semata-mata karena pertimbangan medis. "Kalau ada sesuatu yang baru, tidak mengenai yang darat dulu."

Dua hari lalu (23/2) Terawan dan Muhadjir telah meninjau pulau bakal tempat observasi tersebut. Tingkat safety pada tempat yang permanen disebut akan lebih tinggi. Pulau-pulau di sekitarnya juga kosong. "Jadi, seperti dapat berkah untuk melakukan observasi di sana," ujarnya.

ABK di kapal World Dream, kata Terawan, sebetulnya sudah mengantongi dua sertifikat sehat. Yakni, dari pemerintah Hongkong dan tim dokter di kapal. Karena itu, masa observasinya berbeda dengan yang bakal dilakukan terhadap kru di kapal Diamond Princess. "World Dream ini kan juga sudah melakukan perjalanan yang lama, kurang lebih 14 hari. Tapi, tetap akan kita observasi di Pulau Sebaru Kecil selama 14 hari," paparnya. Sertifikat sehat itu pula yang membuat sosialisasi bupati Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, lebih mudah.

Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad menjelaskan, lokasi observasi memang pulau tak berpenghuni. Pulau tersebut sebelumnya sempat dijadikan tempat rehabilitasi bagi para pecandu narkotika. "Beberapa tahun lalu pulaunya memang digunakan untuk rehabilitasi pecandu narkoba," katanya.

Ditemui setelah rakor lintas kementerian, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menyampaikan, tidak semua ABK WNI di World Dream berkenan meninggalkan kapal. Dari 270-an ABK WNI, hanya 188 orang yang mau turun. Sisanya memilih tetap melanjutkan perjalanan ke Seattle, Amerika Serikat. "Ini sama dengan kapal Westerdam, yang turun 28 dari 200 orang lebih karena memang tidak sakit dan kontraknya belum habis. Dan, ini bukan mandatori," terang dia.


Evakuasi Kru Diamond Princess

Jumlah ABK WNI yang positif terpapar virus korona (Covid-19) di kapal pesiar Diamond Princess bertambah. Dari empat menjadi sembilan orang. Dengan demikian, tersisa 69 ABK asal Indonesia yang hingga kemarin dinyatakan tidak terjangkit oleh otoritas Jepang.

Pertambahan jumlah penderita itu dikonfirmasi Menkes Terawan Agus Putranto setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta kemarin. Saat ini pemerintah bernegosiasi dengan pemerintah Jepang agar bisa memulangkan para awak kapal yang dinyatakan sehat. "WNI yang kena kan juga dirawat oleh pemerintah Jepang, yang sembilan orang itu," terangnya.

Teknis evakuasi, lanjut dia, terus dimatangkan. Menurut Terawan, pemerintah tidak bisa gegabah. Dia mengingatkan, ada keselamatan 264 juta rakyat yang juga harus dijaga. Apalagi, Indonesia berstatus green zone dan zero case. Namun, pada saat bersamaan, pemerintah harus memikirkan cara memulangkan para ABK Diamond Princess.

Dia menyebutkan, beberapa negara yang cepat-cepat memulangkan warganya dari episentrum seperti Australia dan Amerika Serikat justru terpapar kasus Covid-19. Karena itu, Indonesia ekstrahati-hati dalam mengambil langkah agar tidak sampai muncul kasus Covid-19 di tanah air.

Terawan menjamin bahwa pemerintah selalu mengikuti kaidah-kaidah yang ditetapkan WHO dalam penanganan Covid-19. "Itu akan kita lakukan dengan tertib dan ketat. Tidak boleh sekadar kita dipengaruhi oleh sebuah keputusan yang gegabah," ucap mantan direktur RSPAD Gatot Soebroto tersebut.

Pemerintah, kata dia, tidak menyepelekan kondisi di Jepang. Hanya, pemerintah tahu cara yang tepat untuk melaksanakan pemindahan tanpa membuat episentrum baru.

Selain karena Indonesia zero case, langkah hati-hati itu juga menyangkut public health emergency of international concerned. Sebaiknya orang yang sakit maupun terduga sakit tidak boleh masuk negara lain. Ditambah dengan tingkat virulensi di kapal Diamond Princess sudah meningkat pesat hingga 20 persen.

Dia memberikan contoh, ketika 60 orang dibawa pulang, diperkirakan 12 orang bisa jadi positif terinfeksi. "Jangan sampai ada episentrum baru. Kecuali di sana kondisinya mengancam. Ini tidak, semua dirawat dengan baik, kondisi yang sudah positif pun baik," papar Terawan.

Penjemputan WNI di Diamond Princess hanya persoalan waktu. "Kalau yang di Jepang pada prinsipnya itu akan dipulangkan, akan dijemput," tegas Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD. Keputusan tersebut sudah disampaikan Presiden Joko Widodo. "Itu sudah resmi pernyataan presiden," lanjutnya.(*)

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: https://batampos.co.id/2020/02/25/besok-jemput-wni-di-kapal-world-dream-natuna-batal-jadi-lokasi-karantina/
Tag: China
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)