Bupati Aceh Tamiang Sesali Putusan Pembatalan Proyek Multiyears Oleh DPRA Provinsi Aceh

332 view
Bupati Aceh Tamiang Sesali Putusan Pembatalan Proyek Multiyears Oleh DPRA Provinsi Aceh
(Foto: dok Humas Atam).
Ruas jalan penghubung wilayah hulu Aceh Timur ke Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang, datariau.com - Bupati Aceh Tamiang sangat menyesalkan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang sepakat membatalkan Kontrak Proyek Multiyears (tahun jamak) 2020-2022 terhadap 12 proyek dan pengawasan di 9 Kabupaten/Kota di Aceh dengan pagu Rp2,65 triliun melalui Sidang Paripurna pada Rabu (22/07/20). 

Terkhusus Kabupaten Aceh Tamiang, yang termasuk dalam Proyek Multiyears adalah ruas jalan penghubung Wilayah Hulu Aceh Timur ke Aceh Tamiang mulai dari Kecamatan Simpang Jernih Aceh Timur melewati Kecamatan Bandar Pusaka, Kecamatan Sekerak hingga ke Kecamatan Karang Baru yang merupakan Ibu Kota Aceh Tamiang.

Selanjutnya menanyikapi pembatalan kontrak proyek Multiyears tersebut, Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, yang dikutip datariau dari Tim Informasi Humas, Sabtu (25/7/2020) dimana Bupati Aceh Tamiang sangat menyesalkan keputusan pembatalan itu, seharusnya Dewan Perwakilan Rakyat Aceh bisa mempertimbangkan lebih pada dampak ekonomi yang sangat besar jika akses jalan tersebut dibangun.

“Pembangunan ruas jalan ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat di dua Kabupaten, apalagi jika ditilik Akses jalan penghubung dari Wilayah Hulu Aceh Timur menuju ke Aceh Tamiang saat ini sangat memprihatinkan," ungkap Mursil dengan penuh kekecewaan.

Apalagi Wilayah Hulu sana, sebagiannya masih masuk dalam kategori daerah terpencil, sehingga jika jalan penghubung dibangun geliat ekonomi akan berkembang pesat dan kesejahteraan masyarakat dikawasan tersebutpun meningkat.

Dikatakannya juga, pembangunan proyek ini jika terealisasi tidak hanya menguntungkan pihak Aceh Tamiang saja melainkan kedua Kabupaten akan merasakan manfaat yang besar.

Sebagai contoh, masyarakat akan lebih mudah membawa hasil pertaniannya dari Wilayah Hulu ke Ibu Kota Kabupaten dengan jarak tempuh yang relatif singkat. 

Intinya, pihaknya sangat menyesalkan keputusan yang diambil oleh DPRA, karena pembangunan Infrastruktur jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat terpencil di Wilayah Hulu Tamiang dan Pembangunan jalan ini merupakan impian masyarakat agar mudah terkoneksi dengan wilayah-wilayah lainnya, tutup Mursil. (esyar).

Penulis
: Edi Syarifuddin
Editor
: Redaksi
Sumber
: datariau.com
Tag: