Melalui Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abuz Zubair

Riau Care Lelang Kuda Untuk Rohingya

datariau.com
1.993 view
Riau Care Lelang Kuda Untuk Rohingya
Riki
Kudan yang dilelang di Masjid Imam Ibnu Katsir Pekanbaru.
PEKANBARU, datariau.com - Riau Care yang merupakan komunitas bidang sosial kembali melaksanakan penggalangan dana untuk Muslim Rohingya, kali ini dengan menggelar Tabligh Akbar Penggalangan Dana, Lelang, dan Bazar.

Kegiatan ini diisi oleh Ustadz Abuz Zubair Hawaary di Masjid Imam Ibnu Katsir yang berada di Jalan Belidang, Muara Fajar, Rumbai Kota Pekanbaru, Ahad 26 Dzulhijjah 1438 / 17 September 2017, sejak pagi hingga sore harinya.

Kegiatan diawali dengan materi kajian disampaikan Ustadz Abuz Zubair yang dihadiri ratusan jemaah dari berbagai daerah di Riau, mereka memadati masjid Imam Ibnu Katsir.

Ustadz menjabarkan beberapa kisah di zaman Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tentang perhatian umat Islam terhadap sesama, mendahulukan kepentingan orang lain dari kepentingan pribadi yang disebut "Izhar".

Seperti kisah Ibunda 'Aisyah -radhiallahu 'anha- saat dia berpuasa, tibalah seorang miskin ke rumahnya meminta sedekah, sementara kondisi rumah Ibunda tidak ada apa-apa yang bisa diberikan kecuali hanya ada sebutir kurma, itu pun untuk dia berbuka nantinya.

Namun Ibunda 'Aisyah memberikan kurma tersebut kepada si miskin untuk disedekahkan. Dia mendahulukan kepentingan saudaranya, dibanding kepentingan pribadinya, meskipun dengan bersedakah itu dia tidak lagi makanan ada apa-apa di rumah.

Berkaitan muslim di Rohingya, kata Ustadz Abuz Zubair dalam materinya, saat ini dilanda kelaparan, hidup terancam, sementara kita di Indonesia, serba berkecukupan, jika diinfakkan sebagian harta, maka akan ada lagi harta lainnya bahkan masih ada harapan yang akan didapatkan di esok hari, maka tirulah pengorbanan Ibunda 'Aisyah, begitu peduli terhadap sesama.

"Kita melihat di berita, di media YouTube, saudara kita di Rohingya dibantai secara sadis, dibakar hidup-hidup, diperkosa, namun tidak ada satupun yang murtad, mereka tetap tegar memeluk Islam," papar Ustadz.

"Air mata kita, kesedihan kita, tidak akan bisa merubah apa-apa, tidak akan bermanfaat bagi saudara kita di Rohingya, mereka sekarang hanya butuh doa dan bantuan makanan, pakaian dan sebagainya untuk kehidupan mereka," lanjut Ustadz.

Dalam kajian itu, di sesi tanya jawab, Ustadz juga menegaskan kepada jamaah yang bertanya, bahwa tidak baik menyebarkan foto maupun video yang mengatakan umat muslim direndahkan dan disiksa, karena banyak video dan foto yang diragukan kebenarannya bahkan hoax (berita bohong).

"Jangan sebarkan foto dan video penyiksaan umat Muslim di media sosial, karena kebanyakan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pembantaian di Rohingya memang ada, namun kebanyakan video yang beredar di media sosial banyak hoax, gambar dan video bukan korban rohingya namun digabung-gabungkan, bahkan video penggusuran di Indonesia disebut Rohingya, video orang dibakar namun orang-orangnya seperti orang Afrika, harus berhati-hati kita," kata Ustadz mengingatkan.

Di penghujung materi ceramah, ustadz pun meminta agar panitia menjalankan kotak infak. Jamaah berebut untuk memberikan infak terbaik mereka, sehingga dalam sesi ceramah ini terkumpul dana Rp100 juta lebih, 50 real, 10 real Oman, bahkan terus bertambah lagi Rp320 ribu, Rp150 ribu.

Ada lagi yang berinfak ke rekening Riau Care Bank Mandiri Syariah nomor 766 777 2227. Warga yang menyaksikan di streaming juga berminat untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana bagi muslim Rohingya tersebut.

Melihat antusias jamaah dalam berinfak, Ustadz Abuz Zubair menegaskan bahwa jamaah telah melaksanakan hadits Rasulullah, bahwa muslim itu ibarat satu tubuh, sakit di satu bagian, maka yang lainnya juga merasakan. Karena yang menyumbang ini bukan saja jamaah bapak-bapak ataupun ibu-ibu, melainkan juga santri Pondok Pesantren Ibnu Katsir dengan menyisihkan uang jajan mereka.

"Yang nyumbang anak-anak kita juga, seribu, lima ribu, pertanda anda bisa mengamalkan hadits Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, menganjurkan kita membantu saudara-saudara kita, akhlak izhar, mendahulukan saudara-saudara kita, wariskan ini ke anak-anak kita, Islam bersatu dan kuat laksana satu tubuh," pungkasnya.

Kemudian menjelang Zuhur, dilaksanakan di halaman masjid lelang sepeda, ada sepeda anak, sepeda lipat yang terjual Rp650 ribu, sepeda Polygon terjual Rp1,2 juta, sepeda gunung Rp9,1 juta, Hp android Rp900 ribu, dan banyak barang lainnya hingga menjelang azan Zuhur berkumandang.

Usai Shalat Zuhur dan makan siang, sekitar pukul 14.00 WIB lelang dilanjutkan lagi, yakni lelang sepeda motor Honda Beat baru 8 bulan pakai, terjual Rp11,5 juta.

Lelang yang menarik perhatian, yakni seekor kuda jantan berwarna putih. Kuda ini bernama Pangeran, asal Sumbawa, dan kuda favorit di pesantren tersebut, sudah 2 tahun di pondok itu belum pernah sakit dan kuda terbaik dari kuda lainnya yang ada di Sekolah Berkuda di pesantren tersebut. Kuda ini terjual Rp15,100,000.

Meskipun lokasi masjid yang jauh dari keramaian, namun antusias masyarakat dalam mengikuti kajian dan lelang sangat tinggi. Mereka datang bukan dari dalam Kota Pekanbaru saja, melainkan juga dari berbagai daerah di Riau dan provinsi tetangga. Lelang dan bazar ini berakhir menjelang shalat Ashar.

Sebelumnya, saat pembukaan acara, dalam sambutannya Ian Tanjung, Ketua Riau Care menyampaikan bahwa Riau Care ini terbentuk sejak 2015, saat itu ada kegiatan sosial membantu Arakan, mengumpulkan uang Rp100 juta sekian, emas, 1,5 ton beras, 1 truk pakaian dan madu.

"Kami 4 orang berangkat ke Langsa, di sana 1 bulan, kami melihat langsung teman-teman di Langsa, terpukul, menyedihkan, mereka saudara kita seiman," jelasnya.

Kemudian Riau Care juga berpartisipasi dalam berbagai bantuan terhadap musibah yang melanda, seperti di Kabupaten Kampar, maupun Padang beberapa waktu lalu.

"Terakhir kemarin di Somalia, memberikan makanan kepada saudara kita di sana kekurangan makanan, mereka kelaparan, hari ini masih berjalan," paparnya.

"Kedepan, jika Allah mengizinkan, in syaa Allah kita langsung antar ke Rohingya via Bangladesh. Jamaah bantu kami dengan doa, dana dan sebagainya, tanpa bantuan kaum muslimin kami yang sedikit ini juga tidak bisa berbuat banyak," lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa terbentuknya Riau Care ini juga berkat bimbingan ustadz-ustadz, diantaranya Ustadz Abuz Zubair yang telah membimbing Riau Care yang memiliki relawan ratusan orang ini dari awal.

"Doakan kami agar dimudahkan kami, kami berangkat, di Rohingya situasi sangat tidak aman, kami akan berangkat ke sana," lanjutnya.

Ian juga menambahkan, saat ini yang mereka butuhkan yakni auditor, karena selama ini pihaknya masih mengaudit sendiri kegiatan dan penyaluran dana jamaah yang dilakukan. Ian juga tidak nyaman dengan kondisi ini karena bisa saja pihaknya salah dalam audit ini, kemudian pertanggungjawabannya akan berimbas di akhirat kelak.

"Kami butuh auditor. Kami selama ini audit sendiri tentu tidak bagus. Apa benar kami salurkan, kami takut salah, jangan sampai bermasalah di akhirat," pungkasnya.
Penulis
: Riki
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)