Manfaatkan Limbah Rumah Tangga, Tim Kukerta UNRI Hadirkan Inovasi Limijel

datariau.com
1.027 view
Manfaatkan Limbah Rumah Tangga, Tim Kukerta UNRI Hadirkan Inovasi Limijel
Foto: Lufifah
Suasana pelatihan pembuatan produk Limijel di gedung serba guna Desa Bukit Betung, Ahad (23/7/2023) dengan peserta ibu-ibu PKK dan kelompok Rentan Desa Bukit Betung 20 orang.

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta Bangun Kampung Universitas Riau 2023 di Desa Bukit Betung Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar, melakukan pengenalan dan pelatihan pembuatan produk Limijel (lilin minyak jelantah) sebagai inovasi dari limbah rumah tangga yang dilaksanakan di gedung serba guna Desa Bukit Betung, Ahad (23/7/2023) dengan peserta adalah ibu-ibu PKK dan kelompok Rentan Desa Bukit Betung, dihadiri 20 orang peserta.

Putra Ramadani sebagai Ketua Kelompok dan Rina Susanti SSos MSi sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melakukan pengenalan dan pelatihan Produk Limijel yang disampaikan secara langsung kepada ibu-ibu desa Bukit Betung.

Kelompok Kukerta Unri sebelumnya mengenalkan Produk Limijel melalui kegiatan wirid rutin yang diadakan di setiap dusun di Desa Bukit Betung.

Limijel merupakan inovasi dari limbah rumah tangga yaitu Lilin Minyak Jelantah. Setelah itu, kelompok kukerta mengadakan praktek terbuka bagi ibu-ibu untuk pembuatan Produk Limijel.

Kegiatan pelatihan Limijel sebelumnya dilakukan di gedung serba guna dusun 2 dan 4, kemudian pelatihan selanjutnya akan diadakan pada Jum'at (28/7/2023) di balai desa Dusun 1 dan 3.

"Produk Lilin Minyak Jelantah ini diberdayakan untuk mengurangi limbah rumah tangga, sekaligus memberikan inovasi baru untuk pengusir nyamuk," jelas Putra Ramadani kepada datariau.com melalui rilis, Senin (24/7/2023).

Proses pembuatan Produk Limijel ini memerlukan bahan dari Limbah Rumah Tangga (Minyak Jelantah), minyak telon sebagai aromaterapi sekaligus pengusir nyamuk.

Dalam pembuatan Limijel diperlukan Parafin sebagai bahan kimia yang digunakan sebagai pengeras minyak jelantah agar menjadi lilin, yang di dalamnya terdapat kandungan Hidrakarbon Alkana yang diperoleh melalui proses penyulingan minyak bumi.

Pembuatan produk Limijel diawali dengan survei oleh mahasiswa Kukerta ke Desa Bukit Betung, untuk mengetahui masalah dan potensi yang dapat diberdayakan bersama-sama oleh masyarakat setempat.

Produk lilin minyak jelantah selain sebagai aromaterapi pengusir nyamuk, ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi limbah rumah tangga dan mengurangi kerusakan ekosistem di desa Bukit Betung.

Program kerja ini mendapatkan respon positif dari Kepala Desa Bukit Betung Ponrizal SPdSD dan masyarakat desa Bukit Betung serta dosen pembimbing lapangan.

"Ini salah satu program kerja yang bagus, karena dapat memanfaatkan limbah rumah tangga yang masih jarang diberdayakan oleh masyarakat setempat," kata Rina Susanti SSos MSi selaku dosen pembimbing lapangan Kukerta Unri 2023.

Setelah melakukan pengenalan dan pelatihan Produk Limijel, mahasiswa Kukerta berharap produk ini dapat bermanfaat dan menjadi produk unggulan desa Bukit Betung untuk mengurangi limbah rumah tangga dan mengurangi kerusakan pada ekosistem.

Mahasiswa Kukerta berharap dengan adanya inovasi dari limbah rumah tangga ini dapat menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu desa Bukit Betung dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang sudah tidak digunakan lagi. (*)


Penulis
: Lufifah
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)