Mahasiswa PPG FKIP UIR Gelar Projek SULAM, Sulap Limbah Jadi Kerajinan Bernilai Guna di SMPN 13 Pekanbaru

datariau.com
157 view
Mahasiswa PPG FKIP UIR Gelar Projek SULAM, Sulap Limbah Jadi Kerajinan Bernilai Guna di SMPN 13 Pekanbaru
Foto: Ist.
Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru FKIP Universitas Islam Riau (UIR) Kelas B Kelompok 2 melaksanakan Projek Kepemimpinan bertajuk SULAM (Sulap Limbah Jadi Manfaat) di SMP Negeri 13 Pekanbaru, Jumat (2/10/2026).

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru FKIP Universitas Islam Riau (UIR) Kelas B Kelompok 2 melaksanakan Projek Kepemimpinan bertajuk SULAM (Sulap Limbah Jadi Manfaat) di SMP Negeri 13 Pekanbaru, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan anggota Klub Kriya SMP Negeri 13 Pekanbaru untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan peserta didik melalui pemanfaatan bahan bekas menjadi produk yang menarik dan bernilai guna.

Sejumlah kerajinan dihasilkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya gantungan kunci dari tutup botol bekas, hiasan tali kur, serta tas atau pouch berbahan denim bekas. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan kembali limbah, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan kerajinan.

Kegiatan ini dihadiri dosen pembimbing projek, Dr. Roziah, M.A.; Wakil Kurikulum SMP Negeri 13 Pekanbaru, Hj. Maida Deli, M.Pd.; serta pembina Klub Kriya, Raja Ira Novia Badar Putri, S.Pd. dan Diana Sari, S.Pd.

Bangun Kolaborasi melalui Projek Kepemimpinan


Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh pembawa acara, Vivin Mutia Lestari. Selanjutnya, Ketua Projek Kepemimpinan SULAM, Siti Suhaila, menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa PPG untuk melaksanakan kegiatan bersama anggota Klub Kriya.

Siti Suhaila mengatakan, Projek Kepemimpinan SULAM tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan program mahasiswa PPG, tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pengalaman belajar baru kepada peserta didik.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar, memberikan manfaat, serta menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta yang terlibat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh dosen pembimbing projek, Dr. Roziah, M.A. Ia mengapresiasi dukungan pihak sekolah dan upaya mahasiswa PPG dalam merancang serta melaksanakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, projek kepemimpinan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan memimpin, bekerja sama, berkomunikasi, dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat pendidikan.

Dukungan juga disampaikan Wakil Kurikulum SMP Negeri 13 Pekanbaru, Hj. Maida Deli, M.Pd. Ia menyambut baik pelaksanaan SULAM, terutama karena Klub Kriya di sekolah tersebut baru dibentuk pada 2026.

Ia menilai kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anggota klub untuk mengenal keterampilan baru dan mengembangkan kreativitas melalui praktik langsung. Ia juga berharap kolaborasi antara mahasiswa PPG dan pihak sekolah dapat berlanjut pada kesempatan berikutnya.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan istirahat singkat sebelum memasuki kegiatan inti.

Peserta Praktik Membuat Kerajinan dari Bahan Bekas


Kegiatan inti diawali dengan pemaparan materi mengenai pemanfaatan kembali limbah oleh Sasi Karana, anggota Projek Kepemimpinan SULAM. Peserta diperkenalkan pada konsep pengolahan bahan bekas menjadi barang yang memiliki fungsi dan nilai guna.

Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas serta tas atau pouch dari denim bekas. Untuk mempermudah pelaksanaan praktik, peserta dibagi menjadi tiga kelompok dengan kegiatan yang berbeda.

Kelompok pertama mempraktikkan pembuatan hiasan gantungan kunci menggunakan tali kur. Peserta belajar merangkai dan menghias tali kur menjadi aksesori yang menarik dengan pendampingan Sasi Karana dan Sindi Arnelia.

Kelompok kedua berfokus pada pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas. Dalam kelompok ini, peserta mempelajari tahapan mengolah bahan bekas menjadi kerajinan yang dapat digunakan kembali. Praktik didampingi Siti Suhaila, Rahma Yulia Ningsih, dan Vivin Mutia Lestari.

Sementara itu, kelompok ketiga mempraktikkan pembuatan tas atau pouch dari bahan denim bekas. Peserta diperkenalkan pada proses pembuatan produk berbahan kain, termasuk praktik menjahit dengan pendampingan Sovia Lidiya Fitrika, Rizky Kasturi, dan Tiara Elisabet Siagian.

Dua anggota tim lainnya, Putri Delima Saragih dan Marfina Delfi, turut mendukung pelaksanaan projek yang telah dirancang bersama.

Sepanjang kegiatan, anggota Klub Kriya terlihat antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan produk dengan arahan mahasiswa PPG.

Pendampingan tersebut membantu peserta memahami langkah-langkah pembuatan kerajinan sekaligus memberikan kesempatan untuk mencoba keterampilan yang mungkin belum pernah mereka praktikkan sebelumnya.

Penulis
: Siti Suhaila
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)