Mahasiswa KKN-DR Plus UIN Suska Riau Bantu Kader Desa Harapan Makmur Selatan Gelar Posyandu Rutin

352 view
Mahasiswa KKN-DR Plus UIN Suska Riau Bantu Kader Desa Harapan Makmur Selatan Gelar Posyandu Rutin
Foto: Ist
Mahasiswa KKN-DR Plus UIN Suska Riau bersama Kader Desa Harapan Makmur Selatan Kecamatan Bagan Sinembah Raya mengelar Posyandu Rutin.

DATARIAU.COM - Kader posyandu di Desa Harapan Makmur Selatan, Kecamatan Bagan Sinembah Raya melaksanakan kegiatan rutin yakni Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk memantau tumbuh kembang balita. Kegiatan ini dilakukan atas dasar program kerja pemerintah desa yang bekerja sama dengan Puskesmas desa tersebut. 

Kegiatan posyandu menjadi salah satu upaya dalam melakukan monitoring kesehatan ibu dan anak. Dengan demikian kesehatan ibu tetap terjaga dan anak dapat mencapai perkembangan yang optimal. Adapun kegiatan yang rutin dilakukan dalam posyandu seperti pengukuran dan pendataan berat badan, tinggi badan, lingkar lengan tangan, lingkar kepala dan imunisasi anak. 

Pemberian imunisasi dilakukan oleh Bidan Desa Marlina AM.Keb serta membagikan bubur sehat atau makanan pendamping ASI (MP ASI) kepada si balita. Walaupun di masa pandemi Covid-19 ini kegiatan posyandu masih berperan aktif akan tetapi, tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai ketentuan di era The New Normal yakni tetap memakai masker dan alat pelindung lainnya.

Posyandu di desa ini dilakukan setiap satu bulan sekali yaitu pada tanggal 21. Selasa (21/7) pukul 08.00 WIB sudah terlihat para kader posyandu sedang sibuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Selain itu, terlihat pula warga yang antusias berdatangan ke tempat posyandu yang berlokasi dekat dengan Kantor Desa. Sekelompok mahasiswa KKN DR-Plus UIN SUSKA RIAU ikut serta membantu pelaksanaan kegiatan posyandu, yang terdiri dari Desty Nurhasnayanti Maula (Pendidikan Bahasa Arab), Destika Rahma Yanti (Ilmu Komunikasi), Irfan Siddik (Ilmu Komunikasi), Aditya Edri (Ilmu Komunikasi) dan Junaedi Usman Harahap (Manajemen Dakwah). 

Pada saat itu, kami dipandu bagaimana tata cara kegiatan yang dilakukan selama posyandu berlangsung. Salah satu kader posyandu melakukan pengenalan kepada mahasiswa UIN Suska RIAU apa itu stunting? Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan kurangnya stimulus psikososial. Stunting ditandai dengan panjang/tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya. Anak stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan beresiko menurunkan produktivitas. 

Penanganan stunting dilakukan melalui intervensi Gizi Spesifik dan Gizi Sensitif pada sasaran 1000 hari pertama kehidupan dari anak sejak di kandungan sampai berusia 23 bulan (Buku Saku Kader Pembangunan Manusia Memastikan Konvergensi Penanganan Stunting Desa,  2018). Oleh karena itu, sangat dibutuhkan perhatian yang intensif dari ibunya agar calon bayi tersebut tumbuh sehat. Perhatian ini berupa asupan makanan yang bergizi saat kehamilan, mengonsumsi suplemen penambah darah dan rutin kontrol kandungan. 

Jadi, mengingat besarnya manfaat dari kegiatan posyandu, diharapkan kegiatan ini tetap berjalan serta  mendapat dukungan yang positif dari masyarakat maupun pemerintah. Demi kesehatan kita bersama. (rls)

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: datariau.com
Tag: