Program Pasar Murah Pemko Pekanbaru Jadi Temuan BPK

1.237 view
Program Pasar Murah Pemko Pekanbaru Jadi Temuan BPK
Operasi pasar Bulog Riau. (foto: doc)
PEKANBARU, datariau.com - Program pasar murah Pemerintah Kota Pekanbaru menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru batal menggelar pasar murah pada jadwal-jadwal yang sudah disusun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman. Dikatakannya bahwa batalnya pasar murah digelar sesuai jadwal disebabkan adanya arahan dari BPK yang meminta agar prosedur pasar murah dikaji ulang. Harus melalui tender dalam pelaksanaannya.

"Saat ini kita tengah melakukan penyamaan persepsi. Jangan sampai ada aspek hukum di dalamnya. Walikota Pekanbaru juga mengintruksikan kita untuk berkonsultasi dengan Kejari. Karena ini sifatnya kebijakan dan tidak dilakukan setiap bulan," ujar Irba, Senin (29/6/2015).

Dijelaskan Irba, dari 20 kali pasar murah yang sudah diagenda tahun 2015, Disperindag Pekanbaru baru menggelar 3 kali pasar murah. "Jadi masih ada sisa 17 kali pasar murah yang belum terlaksana. Dimana tiap sekali pengadaan pasar murah Pemko Pekanbaru hanya mensubsidi Rp50 juta untuk seluruh sembako," ungkapnya.

Dari 20 kali pasar murah yang diagendakan, lanjut Ibra, 12 kali diperuntukkan di kecamatan-kecamatan, sisanya untuk hari-hari besar seperti Ramadhan, lebaran, natal, hari jadi Kota Pekanbaru, dan tahun baru.

Seperti diketahui, pasar murah ini melayani penjualan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dari di pasaran. Dimana, 10 kg beras dihargai Rp 48.000. Sedangkan gula pasir Rp 14.000 per dua kilogram. Minyak goreng kemasan hanya Rp15 ribu per dua liter, ikan sarden Rp 7000/kaleng, susu kental manis Rp 5000/botol dan sabun krim kemasan Rp 1.500. (yan)


Tag:Bpktemuan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)