Hyundai dan Kia pada 2023 Produksi 3,68 Juta Mobil di Luar Korea

dhea
790 view
Hyundai dan Kia pada 2023 Produksi 3,68 Juta Mobil di Luar Korea
Foto: Kompas.com

JAKARTA, datariau.com - Gabungan produksi mobil Hyundai Motor Co. dan Kia Corp. di luar Korea Selatan pada 2023 melampaui 3,68 juta unit, menjadikannya sebagai produksi luar negeri terbesar sejak merebaknya pandemi COVID-19 menurut data asosiasi.

Menurut data Asosiasi Produsen Mobil Korea dikutip Kantor Berita Yonhap pada Senin, Hyundai Motor dan Kia memproduksi 3.678.831 kendaraan jadi di 13 basis produksi luar negeri mereka pada 2023.

Hyundai memproduksi 2.243.069 kendaraan di delapan negara, yakni Amerika Serikat, India, China, Turki, Republik Ceko, Brazil, India, dan Singapura.

Sementara itu, Kia memproduksi 1.435.762 kendaraan di Amerika Serikat, China, Slovakia, Meksiko, dan India.

Keluaran gabungan produksi Hyundai dan Kia tahun lalu meningkat 2,9 persen dibandingkan tahun 2022 dan tercatat sebagai angka produksi terbesar dalam empat tahun sejak tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19.

Pada 2023, produksi kendaraan di luar Korea Selatan paling banyak dilakukan di India (1,08 juta unit), disusul Amerika Serikat (727.000 unit), China (394.249 unit), dan Slovakia (352.240 unit).

Dalam lintasan pertumbuhan produksi secara keseluruhan, penurunan produksi konsisten di China merupakan hal yang menonjol. Keluaran gabungan kedua perusahaan di China tercatat mencapai 1,83 juta unit pada 2016.

Rusia menonjol karena Hyundai, yang mengoperasikan basis produksi di Saint Petersburg, tidak memproduksi satu pun kendaraan di negara tersebut tahun lalu.

Hyundai secara konsisten setiap tahun memproduksi lebih dari 200.000 unit kendaraan di Rusia dari 2012 hingga 2022. Namun, produksinya menurun tajam menjadi sekitar 40.000 unit pada 2022.

Kegiatan produksi kendaraan di negara itu ditangguhkan sejak pecahnya perang Ukraina.

"Hyundai tahun lalu untuk pertama kalinya memproduksi 595 kendaraan di Singapura, tempat mereka membuka Pusat Inovasi Hyundai Motor Group Singapura," demikian jelas siaran Yonhap pada Senin (26/02/2024).***

Source: antaranews.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)