Pembangunan dan Pertumbuhan Perekonomian di Kota Sungai Guntung Kateman Inhil

Datariau.com
377 view
Pembangunan dan Pertumbuhan Perekonomian di Kota Sungai Guntung Kateman Inhil

DATARIAU.COM - Pertumbuhan ekonomi merupakan upaya peningkatan kapasitas produksi untuk mencapai penambahan output, yang diukur menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) maupun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output perkapita dalam jangka panjang. Tekanannya pada tiga aspek, yaitu: proses, output perkapita dan jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses, bukan suatu gambaran ekonomi pada suatu saat. Disini kita melihat aspek dinamis dari suatu perekonomian, yaitu bagaimana suatu perekonomian berkembang atau berubah dari waktu ke waktu. Tekanannya ada pada perubahan atau perkembangan itu sendiri. Perkembangan ekonomi mengandung arti yang lebih luas serta mencakup perubahan pada susunan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Pembangunan ekonomi pada umunya didefinisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil perkapita penduduk suatu negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.

Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang berarti perubahan yang terjadi terus menerus, usaha untuk menaikkan pendapatan perkapita, kenaikan pendapatan perkapita harus terus berlangsung dalam jangka panjang dan yang terakhir perbaikan sistem kelembagaan di segala bidang (misalnya ekonomi, politik, hukum, sosial, dan budaya). Sistem ini bisa ditinjau dari dua aspek yaitu: aspek perbaikan dibidang organisasi (institusi) dan perbaikan dibidang regulasi baik legal formal maupun informal. Dalam hal Ini, berarti pembangunan ekonomi merupakan suatu usaha tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemeritah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.

Pembangunan perekonomian juga tidak terlepas dari pembangunan pendidikan. Pembangunan pendidikan dibutuhkan adanya partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam perkembangan pendidikan ini cukup tinggi. Partisipasi sosial cukup tinggi, tetapi tingkat partisipasi dalam meningkatkan ekonomi keluarga sangat rendah.

Kabupaten Indragiri Hilir resmi menjadi Daerah Tingkat II berdasarkan Undang-undang No. 6 Tahun 1965 tanggal 14 Juni 1965 (LN RI No. 49). Kabupaten Indragiri Hilir terletak di pantai Timur pulau Sumatera, merupakan gerbang selatan Propinsi Riau, dengan luas daratan 11.605,97 km² dan peraiaran 7.207 Km² berpenduduk kurang lebih 683.354 jiwa yang terdiri dari berbagai etnis, Indragiri Hilir yang sebelumnya dijuluki ”Negeri Seribu Parit” yang sekarang terkenal dengan julukan “NEGERI SERIBU JEMBATAN” dikelilingi perairan berupa sungai-sungai besar dan kecil, parit, rawa-rawa dan laut, secara fisiografis Kabupaten Indragiri Hilir beriklim tropis merupakan sebuah daerah dataran rendah yang terletak diketinggian 0-4 meter di atas permukaan laut dan dipengaruhi oleh pasang surut.

Sebagian besar dari luas wilayah atau 93,31% daerah Kabupaten Indragiri Hilir merupakan daerah dataran rendah, yaitu daerah endapan sungai, daerah rawa dengan tanah gambut (peat), daerah hutan payau (mangrove) dan terdiri atas pulau-pulau besar dan kecil dengan luas lebih kurang 1.082.953,06 hektar dengan rata-rata ketinggian lebih kurang 0-3 Meter dari permukaan laut.

Salah satu Ibu kota Kecamatan yang berada di Indragiri Hilir bagian Utara, dengan pertumbuhan ekonomi yang terbilang pesat yaitu, Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Sungai Guntung atau biasa disebut juga dengan Guntong ini, merupakan ibu kota kecamatan Kateman. Penghasilan utama masyarakat Sungai Guntung adalah dari perkebunan kelapa dan perdagangan. Disamping itu juga Sungai Guntung menghasilkan sagu, pinang, sarang burung walet, industri pengolahan sabut kelapa dan arang tempurung kelapa (keduanya ini untuk kebutuhan ekspor). Beberapa olahan hasil kelapa dari Sungai Guntung ini telah merambah pasar dalam negeri dan luar negeri, diantaranya santan kelapa dalam kemasan siap pakai, air kelapa dalam kemasan, nata de coco, minyak goreng dan lain-lain.

Transportasi yang dapat digunakan untuk sampai ke Sungai Guntung yaitu melalui perairan laut, contohnya: kapal, marina, speed boat, dan pompong, untuk mencapai nya kita bisa menaiki speed boat dalam jangka sekitar 4 jam perjalanan dari Kota Tembilahan. Sungai Guntung memang bukanlah sebuah kota, tetapi untuk tingkat kecamatan Sungai Guntung memang sangat maju pesat. Posisi geografis yang strategis membuat Sungai Guntung cukup berkembang pesat. Sungai Guntung sangat dekat dengan Kepulauan Riau dan Jalur perdangan tersibuk didunia yakni selat malaka. Hal ini tentunya memberikan dampak tesendiri bagi kemajuan di Sungai Guntung.

Dari segi kultural budaya Sungai Guntung tidak bisa di pisahkan dari kebudayaan melayu. Namun seiring perkembangannya Sungai Guntung tumbuh menjadi daerah yang sangat heterogen. Etnis Tiong Hoa memegang peran besar dalam pekembangan ekonomi Sungai
Guntung. Suku Banjar juga seperti hal demikian. Wajar disamping bahasa melayu sebagai bahasa pergaulan, bahasa banjar dan mandarin juga sangat eksis dikalangan masyarakat. Selain itu berdatangannya etnis-etnis nusantara seperti Suku Jawa, bugis, minang, batak memberikan warna tersendiri dalam sebuah kemajemukan di Sungai Guntung. Suasana toleransi dan kebhinekaan memang terlihat disini. Hal ini dapat terlihat dari berdirinya bangunan kalenteng/vihara megah dan Masjid Raya di tengah-tengah pasar Sungai Guntung. Ada bebera industri pengolahan kelapa di kabupaten Indragiri hilir yaitu salah satunya di Sungai Guntung yang memiliki sebuah perusahaan PT kelapa Nama perusahaan jenis usahanya yaitu PT Pulau Sambu, Sungai Guntung Coconut Oil (Minyak Kelapa), Coconut Cream (Santan Kelapa), Coconut Water (Air Kelapa Dalam Kemasan), Dessicated Coconut (Kelapa Parut
Kering). Faktor Pendukung industri pengolahan kelapa mempunyai ketersediaan lokasi industri. Keberadaan industri pengolahan kelapa potensi hasil lain dari buah kelapa dan kayu kelapa sebagai bahan baku bagi industri hilir lainnya (Air Kelapa, Tempurung, Sabut dan Kayu Kelapa).

Air Kelapa

Air kelapa selain dapat diolah menjadi kecap dan asam cuka, juga dapat diolah menjadi sari kelapa (nata de coco). Secara kimiawi nata de coco merupakan selulosa yang mengandung air sekitar 98 persen yang tergolong sebagai makanan berkalori rendah, sehingga cocok untuk keperluan diet, dengan demikian dapat dijadikan konsumsi bagi setiap orang. Pengembangan produk ini di tingkat petani sangat prospektif karena teknologi pengolahannya mudah diadopsi serta pemasarannya cukup mudah dan harga
produknya menguntungkan.

Tempurung Kelapa

Tempurung kelapa dapat dijadikan produk kerajinan dan barang-barang souvenir yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, tempurung dapat pula digunakan sebagai bahan pengisi industri kayu lapis, asbes dan obat nyamuk. Lebih jauh, tempurung kelapa juga bisa diolah menjadi arang tempurung yang dapat digunakan sebagai bahan bakar atau dijadikan arang aktif yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Sabut Kelapa

Sabut kelapa dapat dijadikan kerajinan rumah tangga seperti sapu, karpet, tambang atau tali. Disamping itu, juga dapat dibuat menjadi sabut kelapa berkaret (rubberized coir fibre) untuk keperluan jok mobil, kursi, kasur, penyaring udara, peredam panas dan suara untuk konstruksi bangunan. Produk olahan sabut yang memiliki ekonomi tinggi di Vietnam terkenal dengan nama geotextile. Sedangkan di Filipina dikenal dengan nama produk ecomat, ecolog dan twine, dipakai untuk mencegah erosi tanah pada konstruksi jalan bertopografi miring (biodegradable erosion control products).

Kayu Kelapa

Pada umumnya kayu batang pohon kelapa terutama yang berkerapatan tinggi dan sedang, lebih banyak diolah secara fisik mekanik seperti pembuatan mebel, komponen rumah, barang kerajinan, sedangkan pemanfaatan secara kimia terbatas misalnya pada pembuatan arang, briket arang, pulp, kertas atau arang aktif belum banyak dibuat. Batang pohon kelapa ini, sebagai substitusi kayu, dapat digunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga, alat perkakas, barang kerajinan, dan sumber energi yang berupa arang. Disamping itu batang pohon kelapa juga memiliki nilai estetika yang unik karena bentuk dan tekstur khas dari jenis kayu tersebut.

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)