Mengenal Self-Doubt, Faktor Psikologis yang Bisa Menghambat Impian Seseorang

datariau.com
1.420 view
Mengenal Self-Doubt, Faktor Psikologis yang Bisa Menghambat Impian Seseorang

DATARIAU.COM - Berapa banyak dari kita ketika kecil bercita-cita menjadi astronot? Atau ingin menjadi dokter? Atau juga berapa banyak orang-orang dewasa yang berkeinginan untuk menjadi pengusaha, insinyur, seniman, politisi, atau bahkan menjadi presiden sekalipun? Tetapi apakah keinginan dan pengharapan kita selalu berbanding lurus dengan realita?

Banyak faktor yang mengakibatkan tidak tercapainya keinginan atau mimpi kita, bisa jadi karena faktor finansial, kesehatan, letak geografis, dan seterusnya. Penulis akan membahas faktor yang menghambat atau menunda tercapainya mimpi, yang mana faktor ini ada di dalam diri kita sendiri, yakni self-doubt.

Apa itu self-doubt? Mengapa self-doubt bisa menghambat atau menunda mimpi kita? Self-doubt adalah pergumulan pikiran yang terjadi di dalam diri kita, dimana pikiran-pikiran tersebut mempertanyakan kemampuan kita untuk menemukan solusi ketika dihadapkan dengan masalah atau situasi tertentu.

Self-doubt sudah barang tentu memiliki peran dalam tercapai tidaknya mimpi kita. Mengapa demikian? Menurut Mario Lanzarotti, seorang coach tersertifikasi di bidang pemrograman neurolingustik, yakni berkenaan dengan pelatihan self-improvement serta personal-growth. Ia juga telah bekerja sama dengan berbagai instansi pendidikan sepeti New York University, Berkeley College, Frankurt School of Finance and Management, juga TEDx speaker, dan masih banyak lagi.

Menurut Mario dalam pidatonya ketika menjadi pembicara TEDx Talks “Stop Doubting Yourself and Go After What You Really, Really Want”, ada tiga hal yang menjadi faktor mengapa self-doubt bisa menunda mimpi, yakni pikiran kita menciptakan sebuah sugesti akan kecemasan, merasa tidak memiliki kualitas atau kuantitas yang memadai untuk menjadi sesuatu, serta ketidakpercayaan diri. Ketiga hal tersebut memiliki andil yang cukup besar dalam menghambat mimpi kita.

Kecemasan yang muncul dalam diri ketika belum melakukan sesuatu atau cemas karena sebelumnya telah mengalami kegagalan akan membuat diri kita overthinking yang mengakibatkan sugesti yang tertanam dalam pikiran kita adalah kemungkinan buruk yang mungkin terjadi sehingga enggan untuk melangkah maju dan mencoba. Yang mana, kecemasan serta keresahan yang ada dipikiran kita ini akan masuk ke tingkat yang lebih parah dengan merasa kita tidak memiliki kualitas yang memadai untuk memenuhi perayaratan yang dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi. Puncaknya, kita kehilangan rasa percaya diri dan membelenggu intuisi kita untuk maju.

Lantas bagaimana caranya menghadapi self-doubt agar membawa kita pada mimpi bukan malah menuntun kita pada gagalnya mencapai mimpi? Pertama, ubah cara pandang kita dalam melihat self-doubt. Mungkin selama ini kita mengiyakan keresahan, kecemasan hingga ketidakpercayaan diri yang muncul akibat keraguan akan suatu hal, bagaimana jika, daripada menerima begitu saja pikiran-pikiran negatif yang timbul sebelum berupaya akibat self-doubt, kita melihat self-doubt sebagai seorang teman yang memberikan nasihat tulus agar kita memperbaiki kualitas diri sehingga pantas dan layak mendapatkan mimpi yang kita harapkan.

Kedua, cobalah untuk terbuka kepada orang yang kita percaya untuk mengungkapkan segala keraguan yang muncul dan kita pertanyakan pada diri kita. Dengan mengungkapkan keraguan dan keresahan yang terkadang sampai membuat kita terjaga di malam hari, bukan berarti kita menunjukkan bahwa kita adalah orang yang lemah, orang yang tidak layak mencapai mimpi kita. Semua orang mengalami self-doubt, tetapi hanya mereka yang berani mengakui akan keraguan yang ada dalam diri, yang akan menuntun mereka untuk mencari dukungan dan dorongan dari luar sehingga berani bergerak maju dan mencoba ketika keraguan itu masih ada.

Penulis
: Desi Saputri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)