Judul Berita Bombastis, Isi Biasa Saja: Fenomena Clickbait Dalam Media Online

datariau.com
5.624 view
Judul Berita Bombastis, Isi Biasa Saja: Fenomena Clickbait Dalam Media Online
Ilustrasi (Foto: Kompasiana.com)

DeeNeen L. Brown dari Washington Post mengatakan, "Tulisan yang baik mensyaratkan penelitinya menempatkan diri dalam cerita. Jujurlah dalam berbahasa. Suatu berita seharusnya tidak lebih hebat ??" dengan memanipulasi kata-kata daripada kejadiannya sendiri. Jangan mulai menulis dengan gaya, tetapi utamakan informasi: pengungkapan detail khusus, gambaran konkret, kutipan, statistik, catatan-catatan dan fakta.?

Pesannya, ?Seharusnya ruang redaksi mampu mempublikasikan berita dengan kata-kata terutama judul yang sesuai dengan kaidah dan prinsip menulis jurnalistik.? Judul- judul clickbait tersebut memang menjadi hak untuk setiap media online, namun meniti dengan berpegang pada kode etik seharusnya mampu menepis hak tersebut dengan menghormati hak publik atau pembaca.

Menurut jurnalis senior Dhimam Abror Djuraid, jurnalisme itu harusnya editorial based orientation bukan click-based orientation karena jurnalis bekerja untuk kepentingan publik. Kalau sekadar untuk kebutuhan mendapat clickbait , itu kepentingan pribadi, bukan kepentingan publik.

Kesimpulan yang ekstrim datang dari mantan Pemimpin Redaksi Republika, bahwa jurnalisme clickbait itu hakikatnya jurnalisme comberan. semua jenis air masuk. Tak ada saringan.

Tantangan ke depan bagi pers atau jurnalisme di Indonesia bagaimana untuk memerangi clickbait . Sudah ada regulasi dan rambu-rambu yang mengatur dalam Undang-Undang Pers No. 40 tahun 1999 menyebutkan salah satu fungsi media adalah edukasi. Maka media khususnya media online sudah saatnya menyajikan berita yang sesuai dengan etika jurnalistik.

Banyak berita yang berbuah protes karena melanggar kode etik, salah satunya adalah media online yang menjadikan judul dan kontennya tidak sesuai. Juga ada media online yang melanggar kode etik karena menyajikan sensasionalisme kepada pembacanya.

Sebuah UU atau hukum ada untuk dipatuhi, jika memang tidak sesuai dengan tantangan zaman maka solusinya adalah melakukan revisi. Jangan menabrak hukum dengan pembenaran yang ada dalam benak jurnalis dan pengelola media massa atau online. Seperti membenarkan jurnalisme clickbait sebagai genre baru jurnalisme.

Source: republika.co.id

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query