DPRD Pekanbaru Wanti-wanti Proyek IPAL Agar Tak Sebabkan Banjir

Ruslan
495 view
DPRD Pekanbaru Wanti-wanti Proyek IPAL Agar Tak Sebabkan Banjir
Foto: Khumar Mahendra
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla mewanti-wanti pihak kontraktor pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar lebih memperhatikan saluran drainase. Pasalnya, akibat dari pengerjaan galian ini mengakibatkan saluran-saluran terutama drainase masyarakat sekitar galian menjadi tertutup.

"Ada galian-galian itu buangannya memang ke saluran-saluran drainase. Nah, ini harus menjadi perhatian pihak kontraktor supaya ini tidak menjadi permasalahan banjir," kata Roni, Kamis (11/11/2021).

Roni menekankan kepada PT Hutama Karya, PT WiKa, PT Perumahan Pembangunan dan PT Adhi Karya selaku pihak kontraktor IPAL untuk lebih mengedepankan dampak ke masyarakat dalam proses pengerjaan galian.

Sebab, banjir yang berada disekitar galian IPAL ini muncul setelah proses pengerjaan galian IPAL berjalan.

Meskipun banjir dibeberapa titik itu bersifat sementara, namun persoalan ini tentu membuat masyarakat sangat terganggu.

"Tentu ini sangat mengganggu. Ditambah lagi, pengerjaan tutupan menutup galian-galian ini pun tidak sesuai standar yang kita inginkan," ujarnya.

Roni juga menyebut, Komisi IV DPRD Pekanbaru akan turun ke lapangan melihat kondisi pengerjaan proyek IPAL tersebut. Menurutnya, pengerjaan galian ini tidak sesuai apa yang diharapkan. Seperti galian-galian ini setelah dilaksanakan penutupan kemudain dan pengaspalan ulang sepertinya itu tidak standar.

"Nanti kita (Komisi IV) akan turun. Kita mau cek, apakah betul tidak tebalnya itu seberapa, kemudian apakah sesuai spesifikasi atau tidak. Karena jangan sampai membangun IPAL ini kita merusak yang lainnya," tegasnya.

Politisi PAN ini menyarankan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru agar ikut turun mengawasi drainase yang berada disekitar pengerjaan galian IPAL. Hal ini guna menghindari terjadinya penyumbatan saluran-saluran yang berada di lingkungan masyarakat akibat penumpukkan sampah.

"Biasanya meluber itu karena angkutannya yang tidak tepat waktu sudah berhari-hari yang meluber ke saluran-saluran air sehingga menyebabkan penyumbatan," pungkasnya. (mar)

Penulis
: Khumar Mahendra
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)