DATARIAU.COM - Dari Abdurrohman bin Samuroh Radhiyallahu anhu berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Wahai Abdurrahman, janganlah meminta menjadi pejabat, jika engkau mendapatkannya dengan cara meminta niscaya engkau serahkan kepadanya (tanpa dibantu oleh Allah) dan jika engkau mendapatkannya tanpa meminta niscaya Allah membantumu (dalam menjalankannya). Muttafaq Alaihi.[1]
Dari Abi Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Kalian akan berambisi terhadap jabatan padahal dia adalah penyesalan pada hari kiamat, dia adalah sebaik-baik wanita yang menyusui dan seburuk-buruk wanita yang menghentikan susuannya”. HR. Bukhari[2]
“Dari Abi Musa Radhiyallahu anhu berkata: Aku masuk kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dua orang lelaki dari kaumku, lalu salah seorang lelaki itu berkata: Angkatlah kami jadi pejabat wahai Rasulullah!, lelaki yang lainpun berkata demikian, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya kami tidak akan memberikan jabatan kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang ambisi dengannya”. Muttafaq Alaihi[3]
Menjauhi jabatan, khususnya orang yang lemah dalam mengemban hak-hak jabatan
Dari Abi Dzar Radhiyallahu anhu berkata: aku berkata: Wahai Rasulullah tidakkah engkau memakai aku dalam sebuah jabatan?. Abu Dzar berkata: Maka beliau memukulkan tangannya pada pundakku kemudian bersabda: “Wahai Abu Dzar! Engkau adalah orang yang lemah, sesungguhnya dia pada hari kiamat adalah amanah, kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya padanya”. HR. Muslim.
Keutamaan penguasa yang adil dan ancaman bagi penguasa yang zalim
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “..berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”.
Dari Abi Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tujuh golongan orang yang akan dinaungi oleh Allah Ta’ala pada naunganNya di hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya, pemimpin yang adil dan pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah..”. Muttafaq Alaihi.[4]
Dari Abdullah bin Amr -semoga semoga Allah meredahi keduanya- berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar di sisi Allah di sisi kanan Allah Yang Maha Pengasih Azza wa Jalla, dan kedua tanganNya adalah kanan, yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam berhukum, dan adil dalam keluarga dan jabatan yang pegang”. HR. Muslim.[5]
Dari Ma’kil bin Yasar Radhiyallahu anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah seorang hamba-pun yang diberikan oleh Allah mengurusi urusan rakyat kemudian meninggal sementara dirinya pada saat meninggal tersebut berlaku menipu terhadap rakyatnya kecuali Allah pasti mengharamkan baginya memasuki surga”. Muttafaq Alaihi.[6]
Footnote
[1] Muttafaq alihi, HR. Bukhari: 7147 dan Muslim: 1652
[2] HR. Bukhari: 7148
[3] Muttafaq Alaihi, HR. Bukhari: 7149 dan Muslim pada kitab Imaroh hadits no: 1733
[4] Al-Bukhari: 1423 dan Muslim: 1031
[5] HR. Muslim no: 1827.
[6]Al-Bukhari: 7150 dan Mudlim: 142.
Source: almanhaj.or.id