Meresahkan, Berikut Daftar Pinjol yang Diblokir Kominfo

Yessi Novriani
243 view
Meresahkan, Berikut Daftar Pinjol yang Diblokir Kominfo
Ilustrasi (Foto: Pikiranrakyat.com)

DATARIAU.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir 151 pinjaman online (pinjol) ilegal atas permintaan dari Satgas Waspada Investasi. Kominfo mencatat sejak 2018 hingga Agustus 2021, Satgas Waspada Investasi menutup hingga 3.515 pinjol ilegal.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pemerintah telah melakukan sejumlah hal untuk memberantas keberadaan pinjol ilegal, yakni dari pemblokiran hingga penegakan hukum. Ia menambahkan literasi masyarakat menjadi kunci utama serta efektif agar pinjol ilegal itu bisa diberantas.

"Hal yang menjadi kunci utama dan paling efektif untuk bisa memberantas fintech lending ilegal ialah dengan literasi kepada masyarakat agar pasar dari para pelaku fintech lending ilegal akan hilang dengan sendirinya," tutur Semuel dikutip dari website resmi Kominfo, Jumat (22/10/2021).

Sementara itu menurut Ketuga SWI, Tongam L Tobing perkembangan aktivitas platform ilegal memang meresahkan. Sebab penawaran tersebut terjadi bahkan saat Indonesia dilanda pandemi Covid-19.

"Saat ini masih ada penawaran fintech lending ilegal yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkap Tongam.

Tongam menambahkan ada sejumlah modus yang digunakan para pelaku tersebut. Salah satunya yang disasar adalah masyarakat yang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan saat pandemi.

Para pelaku pinjol ilegal juga memberikan syarat mudah untuk peminjam. Namun mereka akan meminta akses data kontak di ponsel pengguna yang pada akhirnya digunakan untuk mengintimidasi.

"Sasaran mereka adalah masyarakat yang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif di masa pandemi ini. Mereka mengenakan bunga yang tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek," sambung Tongam.

"Mereka memberikan syarat mudah mendapatkan pinjaman, tetapi mereka selalu meminta izin untuk dapat mengakses semua data kontak di handphone pengguna aplikasi. Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk alat mengintimidasi saat penagihan."