Peserta Pelatihan Budaya Melayu di Pekanbaru Mendapat Ilmu Teori dan Praktek

datariau.com
846 view
Peserta Pelatihan Budaya Melayu di Pekanbaru Mendapat Ilmu Teori dan Praktek
Foto: Myus
Datuk OK Tabrani dan Datuk Juswandi memberikan pembekalan tata rias pengantin kepada peserta.

PEKANBARU, datariau.com - Puluhan guru Sekolah Dasar kota Pekanbaru yang masuk dalam Forum Guru Budaya Melayu dan pengurus LAMR Kota Pekanbaru utusan Kecamatan se-Kota Pekanbaru, serta mahasiswa FIB Unilak, serius mengikuti pelatihan rias pengantin, musik tradisional serta pelatihan tari tradisional. Dimana, peserta pelatihan diberikan pembekalan baik secara teori maupun secara praktek oleh para narasumber, Rabu (5/12/2018).

Di ruangan pelatihan rias pengantin, salah seorang tokoh masyarakat Pekanbaru, OK Tabrani yang juga sebagai Duta Budaya Kota Pekanbaru didampingi Juswandi selaku dosen FIB Unilak menyampaikan kepada peserta pelatihan, tentang aturan cara pernikahan, mulai dari merisik, meminang, mengantar tanda, mengantar belanja, proses akad nikah/ijab kabul, proses berkhatam quran, prosesi acara langsung, prosesi makan beradab, prosesi upacara menyembah, prosesi menjelang sanak saudara dan yang lainnya.

Selain itu, para peserta pelatihan tata rias pengantin secara  langsung mempraktekan cara memakai pakaian pengantin serta memake-up pengantin.

Hendra, seniman tari selaku narasumber memberikan pelatihan dasar tari zapin tradisi serta pembekalan tari persembahan baku kepada peserta pelatihan tari tradisi.

Salah satu peserta pelatihan alat musik tradisional melayu, Lukman Hakim dari guru BMR SDN 61 Pekanbaru merasa senang adanya pelatihan musik sehingga dirinya mengetahui seni dan cara memainkan musik tradisional.

"Ini baru pertama kali saya mengikuti pelatihan. Harapan nantinya hasil pelatihan alat musik ini dapat kita kembangkan lagi ke anak didik kita," ungkap Lukman, Rabu (5/12/2018).

Peserta lainnya yang ikut pelatihan tari tradisi Khairunisa juga merasa senang karena mendapatkan ilmu.

"Sebelum kita belum pandai menari, dengan pelatihan tari tradisi ini, kita sudah mengenal tentang tari tradisi, baik tari persembahan dan tari Zapin Tradisi. Kedepan, ilmu yang kita dapat bisa kita kembangkan dengan membuka sanggar tari, sehingga tari tradisi bisa berkembang," ungkap Khairunisa, perwakilan LAMR kota Pekanbaru Kecamatan Tampan.

"Sebelumnya kita secara pribadi masih simpang siur tentang adat perkawinan khas Melayu. Jadi, dengan pelatihan rias pengantin ini, kita menjadi tahu tentang adat istiadat dan tata cara perkawinan adat  Melayu yang diberikan oleh narasumber. Dengan pelatihan ini, banyak ilmu yang kita dapatkan," ungkap Kartini, salah pemilik rias pengantin sebagai peserta rias pengantin. (myu)

Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)