Aksi Penambangan Emas Tanpa Izin Masih Ditemukan di Kuansing

datariau.com
1.299 view
Aksi Penambangan Emas Tanpa Izin Masih Ditemukan di Kuansing
Joko Susanto
Aktivitas penambangan emas di Kuansing.

KUANSING, datariau.com - Masyarakat Kuansing sangat menyayangkan masih bebasnya tambang emas ilegal beroperasi.

Bahkan, penambangan emas tanpa izin (PETI) dalam Partai besar menggunakan alat berat masih ditemukan di sejumlah tempat. Seperti halnya di Petapahan Gunung Toar dan Sinambek, beberapa kilo masuk di depan Polres Kuansing belum diketahui kepastian perizinannya.

Seperti data yang diperoleh dari Lembaga Swadaya Masyarakat Suluh Kuansing, bahwa setiap kali anggota LSM Suluh Kuansing turun ke lapangan, sejumlah alat berat masih tetap beroperasi mengeruk kekayaan alam Kuansing. Namun siapa pemiliknya tidak ada yang mau bersuara, termasuk perizinannya pun tidak bisa ditunjukkan.

Dari keterangan yang didapat dari anggota LSM Suluh Kuansing, Simon mengatakan, tambang emas yang beroperasi di Sinambek tersebut belum diketahui secara pasti siapa pemiliknya. "Begitu juga halnya tambang di Petapahan," sebutnya, Selasa (24/5/2016).

Untuk memastikan siapa pemiliknya, anggota LSM Suluh Kuansing akan mengkonfirmasi ulang ke lapangan. "Namun kapan waktunya belum diagendakan," jelasnya pada wartawan.

Dikatakan, menurut informasi dari penuturan masyarakat setempat, tambang emas di Sinambek lahannya diduga milik salah seorang oknum aparat yang disewakan pada owner, sehingga ia menduga itulah penyebab tambang emas tersebut bebas beroperasi meskipun perizinannya belum pasti.

Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes SH mengatakan, bahwa persoalan yang santer di tengah masyarakat ini mesti disampaikan pada kementerian yang menangani masalah lingkungan agar ada kejelasan.

"Apakah ditindak atau diberi izin, sebab selama ini masyarakat hanya jadi penonton melihat kekayaan alamnya dikeruk. Jikapun masyarakat melaporkan percuma karena hanya akan makan hati," sebutnya dengan nada kesal.

Penulis
: Joko Susanto
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)