PEKANBARU, datariau.com - Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Riau (FKIP UMRI) tahun 2026 kembali dilaksanakan. Mahasiswa FKIP UMRI melaksanakan praktik kependidikan di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru sebagai bentuk penerapan langsung ilmu pendidikan di lingkungan sekolah. Kegiatan PLP ini berlangsung mulai tanggal 12 Januari hingga 27 Februari 2026.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa program studi, yaitu Malik Fajar dari Program Studi Pendidikan Informatika, Regiesta Lintang Aprilya dan Mutia Shananda dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta Afkar Apandas Putra dari Program Studi Pendidikan IPA. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Fitri Farida SPd MT.
Selama pelaksanaan PLP, mahasiswa melakukan observasi sekolah, mengenal administrasi pembelajaran, menyusun perangkat ajar, serta melaksanakan praktik mengajar di kelas sesuai bidang keilmuan masing-masing. Mahasiswa juga membantu guru dalam proses evaluasi pembelajaran serta mendampingi siswa dalam kegiatan belajar.
Dosen Pembimbing Lapangan, Fitri Farida, menyampaikan bahwa kegiatan PLP menjadi tahap penting dalam pembentukan kompetensi calon guru. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga harus memahami karakter siswa, mengelola kelas, serta menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam proses pembelajaran. Ia juga menilai mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta menunjukkan kreativitas melalui penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi.
Selain itu, peranan guru pamong di sekolah sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan PLP. Guru pamong berfungsi sebagai pembimbing langsung di lapangan yang memberikan arahan mengenai perangkat pembelajaran, strategi mengajar, serta teknik menghadapi karakter siswa yang beragam. Guru pamong juga melakukan evaluasi dan memberikan masukan kepada mahasiswa setelah praktik mengajar, sehingga mahasiswa dapat memperbaiki metode pembelajaran dan meningkatkan kemampuan mengajar secara bertahap.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata tentang bagaimana menjadi pendidik profesional, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan di kelas, hingga refleksi hasil pembelajaran. Kerja sama antara DPL dan guru pamong menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke dunia pendidikan.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama PLP dapat menjadi bekal ketika mahasiswa nantinya terjun langsung sebagai tenaga pendidik di masyarakat. Selain itu, kerja sama antara FKIP UMRI dan SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru diharapkan terus terjalin untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan PLP FKIP UMRI 2026 ini, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi guru, tetapi juga belajar mengabdi kepada dunia pendidikan dan masyarakat.***