Bitcoin Bakal Padam

Ruslan
827 view
Bitcoin Bakal Padam
Foto: Net

DATARIAU.COM - Masa depan bitcoin diperkirakan tidak bakal lama lagi, karena aset kripto tersebut bersaing dengan aset-aset lain yang lebih ramah lingkungan.

Esward Prasad, profesor senior kebijakan perdagangan internasional Cornell University, baru-baru ini kepada CNBC mengatakan bahwa, "masa depan bitcoin kemungkinan tidak akan lama lagi".

Bitcoin memang sangat volatil beberapa tahun belakangan dan bulan lalu, aset kripto dengan kapitalisasi terbesar tersebut turun dari US$ 58.000 ke US$ 46.000.

Prasad mengatakan, kalau dulu hanya ada beberapa aset cryptocurrency, tetapi saat ini terdapat ratusan dan beberapa di antaranya lebih bermanfaat dan ramah lingkungan daripada bitcoin.

Blockchain adalah teknologi yang menjadi fondasi sebagian besar aset kripto. Blockchain mencatat transaksi mata uang digital yang didistribusikan ke jaringan komputer secara global.

"Masalahnya, penggunaan blockchain oleh bitcoin tidak efisien," kata Prasad.

Menurut penulis buku The Future of Money: How the Digital Revolution is Transforming Currencies and Finance itu, mekanisme validasi transaksi yang digunakan cryptocurrency merusak lingkungan dan tidak efisien. Riset menunjukkan emisi karbon bitcoin lebih besar dari Selandia Baru.

Prasad mengatakan teknologi bitcoin memiliki kemampuan mengubah fundamental transaksi keuangan sehari-hari. Namun sebagai alat tukar, kripto belum diterima secara luas.

"Melihat bahwa bitcoin tidak digunakan sebagai alat tukar secara luas, maka bitcoin tidak akan memiliki nilai selain dari kepercayaan investor terhadap bitcoin itu sendiri," kata dia.

Lebih lanjut, bitcoin justru mendorong bank sentral menerbitkan mata uang digital sendiri yang mampu menekan biaya transaksi dan meningkatkan inklusi keuangan.

"Suka atau tidak akan bitcoin, pada akhirnya kita semua akan merasakan manfaatnya, baik secara langsung atau tidak langsung," tutupnya. (*)

Sumber: CNBC.com

Tag:Bitcoin
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query