DATARIAU.COM - Melihat kasus yang lagi semarak pada saat ini yaitu mengenai food vlogger yang berselisih paham sesama satu profesinya. William Anderson, atau yang dikenal nama pasanya yaitu Codeblu, sebelum identitasnya tersebar konten kreator di bidang food vlogger itu dikenal hanya nama online-nya saja, sedangkan identitas aslinya tidak diketahui netizen. Hal itu merupakan sebagai personal branding food vlogger tersebut, karena kasus yang dialaminya itu, nama panggung atau nama online-nya jadi diketahui khalayak ramai atau masyarakat. Sehingga dapat dikatakan personal branding yang dia bangun selama ini rusak karena dia yang awalnya dikenal dengan food vlogger tanpa identitas atau disebut "anonim". Setelah kejadian tersebut personal branding yang dia bangun hilang seketika karena masyarakat atau netizen mengetahui identitas aslinya dan mematahkan personal branding seorang food vlogger tanpa identitas.
Personal branding atau self branding adalah cara seseorang mempresentasikan dirinya ke orang lain. Personal brand yang sukses adalah ketika seseorang bisa menciptakan kesan yang konsisten terhadap audiens. Oleh karena itu, personal branding yang dibentuk harus benar-benar mencerminkan siapa diri kita sebagai yang membangun personal branding. Ini mencakup kombinasi dari skill dan pengalaman yang dimiliki sampai nilai-nilai pribadi yang dipegang. Gampangnya, personal brand adalah adalah penceritaan kisah seseorang, serta kesan orang lain terhadap reputasi online.
Personal branding juga merupakan sebuah proses membangun dan menjaga persepsi di mata masyarakat demi mencapai citra positif. Persepsi yang dibangun dan ditampilkan pun beragam, mulai dari kepribadian, keahlian, dan lain sebagainya. Beberapa orang memiliki pendapat tersendiri mengenai persepsi, di antaranya Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu yang sudah lama berkecimpung di dunia entertainment. Menurut keduanya, personal branding adalah impresi atau kesan yang erat kaitannya dengan perilaku, keahlian, maupun prestasi yang dibangun baik secara sengaja atau pun tidak sengaja dengan tujuan menampilkan citra diri ke hadapan orang banyak. Singkat kata, personal branding bisa membuat orang lain mengingatmu dengan mudah.
Membangun personal branding tentunya banyak manfaat dalam kehidupan terutama didunia kerja atau sebuah profesi, manfaat personal branding antara lain untuk: (1) Meningkatkan Kredibilitas: Tak banyak tahu bahwa kepercayaan dan keahlian merupakan komponen penting dari kredibilitas. Keahlian yang kamu miliki dan diakui oleh orang lain bukan hanya menimbulkan decak kagum atau rasa hormat, melainkan juga kepercayaan. Apabila nilai personal branding tersebut dapat kamu terapkan di kehidupan nyata, secara otomatis kredibilitas akan meningkat. (2) Membangun Koneksi: Personal branding tidak hanya bisa. membantu membangun koneksi di bidang spesialisasi kamu saja, tetapi juga koneksi di bidang lainnya. Ketika kamu memantapkan diri untuk membangun reputasi, kamu bisa mendapatkan. lebih banyak eksposur dan kesempatan di masa depan. (3) Memperkuat Bisnis: Jika kamu memiliki bisnis, maka personal branding mampu memperkuat bisnis yang kamu jalankan. Pasalnya, personal branding dapat meningkatkan integritas bisnis di mata calon konsumen, pelanggan setia, pesaing, hingga rekan bisnis.
Personal branding di era digital saat ini menjadi sesuatu yang unik dan juga mampu memberikan keuntungan lebih bagi mereka yang berhasil menjalankan personal branding-nya dengan baik. Contoh pemanfaatan sosial media sebagai wadah untuk mem-branding diri adalah dengan munculnya istilah selebgram dan juga youtuber. Selebgram dan youtuber adalah hasil dari personal branding yang dilakukan secara terus terus-menerus dimedia sosial dengan menggunakan strategi dan konten yang telah direncanakan dengan baik sesuai dengan citra seperti apa yang ingin ditampilkan.
Jika melihat dari fenomena tersebut, setiap pengguna media sosial pada dasarnya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan ruang mempromosikan diri mereka. Personal branding yang baik di media sosial mampu untuk menunjukkan perbedaan karakter kita dengan orang lain. Personal branding juga mampu membuat kita menjadi lebih menarik dibandingkan yang lain. Namun banyak juga yang menganggap personal branding di media sosial tidak penting. Mereka tidak sadar apabila di media sosial mereka juga memiliki lingkungan dimana terdapat banyak pengguna media sosial yang secara tidak langsung juga ikut menilai dan mengamati kita.
Pentingnya personal branding yaitu membantu individu untuk menonjolkan diri dan dikenal oleh orang lain karena kualitas unik yang dimilikinya. Dengan membangun personal branding yang kuat, individu dapat memperluas jaringan relasi, meningkatkan eksposur, dan membuka peluang karir yang lebih luas. Personal branding juga dapat meningkatkan kredibilitas individu dan membantu mereka untuk bersaing dengan yang lain. Untuk membangun personal branding yang kuat, individu perlu mengenal diri mereka sendiri dengan baik dan menampilkan keterampilan dan keahlian mereka melalui media sosial dan platform lainnya. Personal branding tidak hanya penting bagi mereka yang mengejar karir, tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari.
Personal branding adalah action seseorang dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam dunia profesional, personal branding menentukan posisi seseorang di tempat kerja, seberapa berpengaruh suaranya untuk didengar, dan masih banyak lagi. Sebegitu pentingnya personal branding, bisa membuat eksistensi seseorang disadari atau tidak.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam membangun personal branding: (1) Menentukan tujuan: Sebelum membangun personal branding, perlu menentukan tujuan yang ingin dicapai. Apakah ingin membangun reputasi sebagai ahli di bidang tertentu atau ingin mempromosikan diri sebagai kandidat yang ideal untuk pekerjaan tertentu. (2) Menentukan target audiens: Personal branding harus disesuaikan dengan target audiens yang ingin dicapai. Misalnya, jika ingin membangun reputasi sebagai ahli di bidang teknologi, maka target audiensnya adalah orang-orang yang tertarik dengan teknologi. (3) Membangun citra diri: Citra diri yang kuat dan konsisten adalah kunci dalam membangun personal branding. Citra diri harus mencerminkan nilai-nilai dan keahlian yang ingin dipromosikan. (4) Menggunakan media sosial: Media sosial adalah alat yang efektif dalam membangun personal branding. Dengan menggunakan media sosial, dapat membangun jaringan dan mempromosikan diri kepada orang-orang yang relevan. (5) Mengembangkan konten: Konten yang berkualitas dan relevan adalah kunci dalam membangun personal branding. Konten harus mencerminkan nilai-nilai dan keahlian yang ingin dipromosikan.
Dalam membangun personal branding, perlu diingat bahwa citra diri yang dibangun harus konsisten dan autentik. Personal branding yang dibangun dengan cara yang tidak jujur atau tidak konsisten dapat merusak reputasi dan mengurangi pengaruh yang dihasilkan. Tujuan dari personal branding di media sosial memang beragam, mulai dari membuat dan menjaga citra baik hingga mencari keuntungan. Maka dari itu seharusnya setiap pengguna media sosial juga harus memahami pentingnya personal branding dalam kehidupan di dunia maya. Selain itu kesadaran untuk melakukan personal branding di media sosial setidaknya membuat para pengguna media sosial menjadi lebih baik dan lebih bijak dalam membagikan konten pribadi ataupun konten yang bersifat informatif. Karena apabila kita salah dalam menampilkan personal branding kita di media sosial, maka impresi yang dihasilkan juga salah. Sehingga penilaian orang lain pun juga salah mengenai diri kita. ***