PEKANBARU, datariau.com - Wajah Yuraida tidak bisa menyembunyikan kepiluan melihat puing-puing kedai kopinya yang terbakar. Meski berusaha menyelamatkan barang-barang, hanya beberapa yang dapat ia bawa keluar. Di sana tampak kompor, beberapa tabung gas, koper dan kotak rokok.
Kebakaran yang menghanguskan beberapa kios di Pasar Dupa bermula di kios kelapa. Saksi mata yang melihat menyebutkan sekitar pukul 1.20 WIB dini hari, Jumat (25/8/2017) api sudah melalap kios demi kios. Kedai kopi Yuraida yang hanya berjarak beberapa kios pun tidak luput dari api. Termasuk juga meja yang biasa digunakan untuk menjual sayur juga ikut terbakar.
Hingga pagi hari Yuraida hanya terdiam dan duduk termenung, bersama dengan dua orang anaknya. Ia sehari-hari memang tinggal di kedai kopi tersebut. Ia juga menjadi satu-satunya korban luka karena berusaha menyelematkan barang-barangnya yang terbakar.
Saksi mata yang tinggal di dekat kios yang terbakar, Jon, menyebutkan bahwa kejadian bermula di kios kelapa pada pukul 1.20 WIB dini hari. Api terus menjalar ke kios lainnya. Material kios yang hanya terbuat dari kayu memperecepat sebaran api.
"Sekitar 40 menit sejak kebakaran baru datang mobil pemadam. Ada delapan mobil yang turun," kata Jon.
Menurutnya, setidaknya ada enam kios dan lima meja yang terbakar dalan insiden tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya korban luka yakni Yuraida yang tangannya terkena bara api. "Api mulai padam pada pukul 03.00 WIB," sebut Jon.
Hingga pagi ini, kegiatan jual beli di Pasar Dupa masih tampak ramai. Kebakaran beberapa kios tidak menghentikan kegiatan jual beli. Beberapa orang juga terlihat tengah mencari-cari sesuatu di sisa kebakaran yang belum dipasamgi police line atau garis polisi.