RENGAT, datariau.com - Selama sepekan ini, masyarakat di Inhu merasakan pemadaman listrik tanpa ada pengumuman, bahkan sampai 3 hingga 5 kali dalam sehari. Kondisi ini diperparah dengan semakin mahalnya tarif listrik menambah buruk keadaan ekonomi masyarakat.
Seperti yang terjadi pada hari Senin (24/9/2017), begitu memasuki waktu sholat maghrib listrik langsung mati total dan bahkan terjadi dalam waktu yang cukup lama.
"Ketika malam tiba, saat itu pula warga Inhu harus bergelap-galapan. Betapa tidak, lampu listrik PLN yang diharapkan ternyata mati total dengan alasan klasik," kata Arya kepada DataRiau.com dengan kesal, Senin malam.
Banyak sekali warga yang melakukan aktifitas di rumah pada saat malam hari, termasuk aktifitas belajar anak, baik belajar mata pelajaran di sekolah maupun mengaji Al Quran.
Menurutnya, listrik PLN yang mati seperti yang terjadi satu pekan ini sangat mengganggu aktifitas warga khususnya bagi umat muslim yang hendak melaksanakan ibadah.
"Karena matinya listrik pada jam-jam itu sudah sering terjadi seharusnya hal ini sudah dapat diatasi oleh pihak PLN," ujarnya.
Namun kenyataannya, sudah berpuluh kali pergantian manager PLN Area Rengat persoalan yang dihadapi tetap sama, dan alasan yang disampaikan tetaplah alasan klasik.
Sementara itu melalui grup WA, Wartawan-PLN Manajer PLN Area Rengat Joy Mart S Sihaloho menyebutkan, mati lampu disebabkan Black Out. "Saat ini sedang ditelusuri penyebab mati lampu," singkatnya.