SELATPANJANG, datariau.com - Gema Adzan Maghrib mengiringi pemakaman jenazah Apri Adi Pratama alias Adi (24th), Jumat (26/8/2016) di TPU Baitul Akhir Jalan Pusara, Kepulauan Meranti.
Dari rumah duka Gg Abadi, Jalan Banglas, Selatpanjang Timur, jenazah Apri Adi Pratama diantar ribuan warga hingga masuk ke liang lahat. Kondisi di lokasi pemakaman pun berlangsung begitu haru, isak tangis dari pihak keluarga dan para kerabat korban tak lagi terbendung.
Dari pantauan di lapangan, di tengah ribuan warga juga terlihat ikut langsung Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto, Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim serta sejumlah anggota DPRD dan para tokoh masyarakat.

Prosesi pemakaman jenazah Adi Pratama saat langit mulai gelap. (foto: riauterkini.com)
Namun, di lokasi pemakaman tidak telihat hadir Ibunda Alm Apri Adi Pratama, karena diketahui jatuh sakit dari mula mendengar kejadian tewasnya Apri Adi Pratama usai ditangkap pihak kepolisian.
Apri Adi Pratama meninggal dunia setelah ditangkap anggota Polres Kepulauan Meranti dengan kondisi tembakan di kedua kaki, dan lebam di bagian wajah dan tubuh. Apri Adi Pratama ditangkap setelah terlibat perkelahian dengan mengakibatkan Anggota Polisi Adil S Tambunan tewas dengan luka tikaman.
Sebelumnya, jenazah telah divisum dan otopsi, ribuan warga Selatpanjang, Meranti menjemput jenazah Apri Adi Pratama yang merupakan tenaga Honorer Dispenda dari RSUD di Jalan Dorak. Almarhum yang diduga pelaku pembunuh personel polisi ini dilaoprkan meninggal saat dilakukan penangkapan dan kehabisan darah karena dilumpuhkan dengan tebakan.

Ribuan warga memadati kediaman Adi Pratama saat jenazah tiba di rumah duka. (foto: riauterkini.com)
Kedatangan almarhum di rumahnya disambut histeris pihak keluarga. Ribuan warga yang menjemput almarhum juga tidak terbendung padati rumah duka. Korban semasa hidup dikenal seroang pemuda yang selalu sopan dan ramah. Baik di lingkungan kerabat maupun masyarakat.