SELATPANJANG, datariau.com - Kerusuhan di Mapolres Meranti tidak bisa dielakkan. Masyarakat meminta agar Kapolres Meranti menghadirkan oknum polisi yang menganiaya Apri hingga tewas.
Dalam aksi itu, masyarakat menyerang Mapolres Meranti dengan melempari kantor polisi hingga rusak. Aparat kepolisian yang berjaga pun kewalahan menghadapi massa yang jumlahnya semakin banyak mencapai ribuan.
Oknum polisi diduga kehabisan akal dan menembak seorang warga sipil yang terus menyerang kantor polisi hingga masuk pagar. Seorang warga pun terkapar dengan kondisi berlumuran darah.
Aksi massa ini terekam video masyarakat lainnya dan diupload di YouTube. Dalam video, terlihat jelas seorang polisi melepaskan tembakan ke arah massa. Tak ayal, massa yang menyerbu kantor polisi pun kabur dan bergegas keluar dan menjauhi pagar. Tidak lama setelahnya seorang tampak digotong diduga warga sipil yang menjadi korban penembakan polisi tersebut. Tonton video klik di sini.
Aksi masyarakat ini dilakukan terkait tewasnya Apri Adi yang merupakan seorang honorer di Dispenda Meranti, setelah ditangkap polisi dini hari tadi, Kamis (25/8/2016). Apri merupakan tersangka pembunuhan terhadap Brigadir Adil S Tambunan (34) di parkiran Hotel Furama, Kota Selatpanjang, ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo menjelaskan, bahwa kasus pembunuhan terhadap personil Polres Meranti Brigadir Adil S Tambunan (34) dilatarbelakangi rasa cemburu. Dikatakannya, laporan yang dia terima dari Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Asep Iskandar menyebutkan kasus penikaman terhadap Adil oleh Apri dipicu oleh rasa cemburu.
"Saat itu Apri melihat Brigadir Adil bersama dengan seorang perempuan. Siapa perempuan ini masih dalam penyelidikan," kata Guntur.
Sempat terjadi adu mulut, tiba-tiba Apri langsung menikam Brigadir Adil sehingga anggota polisi ini pun tewas. Setelah peristiwa itu, pelaku lalu kabur.
Pelaku lalu ditangkap beberapa jam kemudian. Terakhir warga mengetahui pelaku meninggal dunia di ruang mayat RSUD Meranti. Hal ini menimbulkan kemarahan dari sekira 500 orang warga. Warga mengepung Markas Polres Kepulauan Meranti.
Informasi yang beredar, bahwa Apri saat ditangkap polisi mendapat dua tembakan di kaki kemudian dirawat ke RSUD. Setelah peluru diangkat dari kakinya, kemudian Apri kembali dibawa ke kantor polisi dan diduga kembali digebukin di sana hingga mengalami luka parah di sekujur tubuhnya.
"Keluarga korban hanya ingin menanyakan perihal meninggalnya korban saat penyelidikan dan hal ini menimbulkan reaksi masa yang spontan berkumpul di kantor Polres," sebut seorang saksi mata di Polres Meranti.
Pada pukul 15.00 tadi, hujan pun turun dengan deras mengguyur lokasi bentrok. Namun warga masih tetap melakukan aksi menuntut agar Kapolres mempertanggungjawabkan meninggalnya Apri tersebut dan para pembunuh Apri dihadirkan ke depan massa.