Sempena HUT Ke-21 Kuansing, IPRY Gelar Webinar Kajian Budaya

Datariau.com
182 view
Sempena HUT Ke-21 Kuansing, IPRY Gelar Webinar Kajian Budaya

TELUK KUANTAN, datariau.com - Pada Senin, 12 Oktober 2020 kemarin telah terlaksana diskusi virtual oleh Mahasiswa Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta Komisariat Kuantan Singingi. Tema diskusi ini adalah "Menjaga dan Melestarikan Budaya, Tradisi dan Wisata Kabupaten Kuantan Singingi”.

Acara ini diadakan untuk merayakan hari lahir Kabupaten Kuantan Singingi. Acara ini dibuka dengan doa dan sambutan panitia dan sambutan Ketua IPRY Kom Kuansing.

Ketua Umum IPRY Kuansing Rengky Prasetio Permana menyampaikan, bahwa pihaknya telah bersilaturrahmi dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing pada awal tahun 2020.

"Kita pun sudah MoU bersama beliau untuk promosi wisata, tradisi dan kebudayaan Kuansing di Jogjakarta, ini dijadikan kalender tahunan Pariwisata Kuansing. Karena kita punya Sanggar Pacu Jalur yang luar biasa dan SDM di Jogja yang sangat antusias untuk menunggu kepastian dan keseriusan dari Dinas Pariwisata Kuansing, dan kita ingin buat kegiatan Malam Kebudayaan dengan tema “Samalom Basamo Kuansing” di Nol Kilometer Malioboro Jogja. Karena kita mahasiswa Kuansing yang di Jogja sadar bahwa kita adalah duta Kuansing di Yogyakarta," terangnya.


Selanjutnya di dalam sesi diskusi dibuka oleh Nurfajriyah Azani selaku moderator dan memperkenalkan narasumber diskusi virtual. Acara diskusi virtual ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Dr H Indra Suandy ST MSi yang merupakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi, dan narasumber berikutnya Gun Faisal ST Msc salah seorang alumni Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta Kom Kuansing pada tahun 2006-2013 dan juga bekerja sebagai dosen arsitektur di Universitas Riau.

Pemaparan Dr H Indra Suandy ST MSi bahwa visi pemerintah yaitu pariwisata salah satu sektor unggulan, yang perlu dikembangkan" kultur budaya Kabupaten Kuantan Singingi memiliki khas yang sangat unik. Contohnya air terjun di Kabupaten Kuantan Singingi berjumlah 30 unit dan kuliner sebanyak 300.

"Jadi marilah kita berperan dalam mempromosikan hal hal tersebut. Lalu cara meningkatkan pariwisata dengan program pemerintah, dukungan dari masyarakat, akademi dan media sosial. Jika itu bersatu insya Allah pariwisata berkembang pesat di Kabupaten Kuantan Singingi," terangnya.

"Nah sedangkan kendala yang ada yaitu nilai intelektual dalam budaya masih kurang dan belum ada dukungan dari infrastruktur. Jadi marilah kita sama-sama mengubah pola pikir kita kedepan dalam melestarikan budaya kita terutama untuk adik adik mahasiswa Jogjakarta, dan kita akan usahakan keinginan adik-adik mahasiswa Jogja untuk kegiatan malam kebudayaan di Jogjakarta," ujarnya.

Selanjutnya Gun Faisal dalam materinya memaparkan bahwa berbagai macam pariwisata yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi seperti rumah panggung, silat, randai, kuliner dan lain lain. Sedangkan langkah-langkah melestarikan budaya, tradisi dan wisata yaitu dengan 4A seperti Atraksi, Acessability, Amenties, Acillary.

"Maka mari generasi muda sebagai garda depan penjaga warisan budaya," kata Gun Faisal.

Seiring berjalannya sesi tanya jawab banyak pendapat dan pertanyaan tentang materi tersebut diantaranya Alumni IPRY Kuansing, Asri bertanya bahwa bagaimana pariwisata bisa dikenal.

Dijawab dr H Indra Suandy ST MSi bahwa konektif dalam steak holder belum begitu jauh berjalan.

"Kita harus lebih inisiatif dan kreatif dalam pengembangan kebersamaan. Seperti contohnya SDM masih terbatas dan budget untuk membangun infrastruktur masih kurang dikarenakan covid yang awalnya 10 miliar berkurang menjadi 1,3 miliar," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.

Nanang Kristanto yang juga alumni IPRY Kuansing mengemukakan pendapat bahwa tantangan dalam pariwisata itu ialah infrastruktur, penginapan, potensi wisata, akses. Jika semua itu diperbaiki maka pariwisata di Kuantan Singingi menjadi sangat baik.

Anrizal menyampaikan bahwa mahasiswa adalah sebagai duta wisata, mereka adalah nilai produktif. Seperti yang dikatakan bahwa "milenial kill everything" artinya apapun bisa dilakukan. Dan pemerintah daerah juga harus bekerja sama dengan swasta, untuk meningkatkan produktivitas dan lapangan kerja.

Halqi Yusra mahasiswa S2 di UNY bertanya mengenai hal yang ditemukan di lapangan bahwa di dalam pariwisata edukasi belum terlalu terlihat, maka bagaimana langkah yang tepat untuk meningkatkan pariwisata bagi penggiat pariwisata.

Dijawab Gun Faisal ST Msc, "kita harus mengembangkan apa yang kita miliki seperti rumah godang bagian dari cagar budaya."

Kemudian dr H Indra Suandy juga menambahkan jawaban, "kita akan mencoba memberikan edukasi dan meningkatkan pariwisata kita. Dan menjadikan warisan budaya di tingkat provinsi."

Wawan Ardi alumni IPRY Kuansing menambahkan bahwa objek wisata sangat banyak di Kabupaten Kuantan Singingi, namun ada beberapa kendala seperti batas hutan dan desa belum jelas, dikarenakan desa tidak bisa membuat perencanaan.

Di akhir sesi akhir diskusi adalah sesi closing statement Gun Faisal ST Msc mengatakan, "kita harus optimis dalam melestarikan budaya, jangan sampai hilang, maka dari itu marilah kita sama sama melestarikan budaya, wisata dan tradisi kita."

Indra Suandy pun mengatakan, "kita harus ikut serta dan berperan aktif dalam mempromosikan, mengedukasi dan saling berbagi informasi." (rls)

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com