PEKANBARU, datariau.com - Siswa kelas XI IPA SMAN 4 Pekanbaru atas nama Komiko, meraih juara 1 kampanye hemat listrik se-Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) beberapa waktu lalu. Pengharagaan yang diterima berupa tropi dan uang pembinaan dari perusahaan Listrik Negara (PLN).
Sebelumnya, Komiko telah mengkampanyekan hemat energi listrik di sekolah. Kampanye tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu.
Kepala SMAN 4 Pekanbaru Nurhafni, mengatakan, kampanye tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu dan pada akhir pekan kemarin siswa ini mengkampanyekan dengan ceramah berjudul Hemat Energi Listrik di lapangan basket SMAN 4 Pekanbaru dengan yel-yel "Hello Hemat Energi Listrik Loo, Hemat Energi Listrik Yes, Boros Listrik NO".
"Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan komitmen warga SMAN 4 Pekanbaru, yaitu kepedulian terhadap hemat energi listrik. Kegiatan ini diadakan dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional Ke-69 yang ditaja PLN," ujar Nurhafni, Kamis (29/10/2014) di sekolahnya.
Nurhafni menyampaikan rasa bangga kepada majelis guru telah mendukung program hemat listrik dengan memberikan bimbingan kepada peserta didiknya.
"Dengan hidup hemat kita bisa kaya, dan dengan hemat listrik dan peduli kita akan sejahtera, lagi pula untuk penghematan energi ini terutama listrik sudah lama kita
lakukan bahkan ini sangat mendukung program adiwiyata, semoga komiko dapat berhasil dan menjadi yang terbaik untuk kemajuan Indonesia," paparnya.
Nurafni berharap program ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari. Kedepan tidak hanya Komiko yang mendapatkan penghargaan namun juga peserta didik lainnya.
"Kita tentu berharap ke depannya bukan hanya Komiko yang terus giat mengkampanyekan hemat listrik namun juga peserta didik lain," harap Nurhafni.
Sementara ditemui di sekolahnya, Komiko kepada datariau.com menuturkan, bahwa penghematan listrik sangat vital karena hampir seluruh peralatan yang digunakan di rumah dan sekolah menggunakan listrik. Seperti bel, lampu, kipas angin, AC, komputer, mesin air, infokus dan lainnya.
"Besarnya kebutuhan akan listrik sangat berdampak pada besarnya biaya yang dikeluarkan. Jika saja kita menghemat listrik 10 persen saja, maka dapat
mengalirkan listrik untuk 180 desa. Serta kita dapat menyelamatkan penduduk 144.000 orang," kata Komiko singkat. (ade)