Kendala Dalam Pembelajaran Tematik Secara Daring Bagi Guru dan Siswa

Admin
162 view
Kendala Dalam Pembelajaran Tematik Secara Daring Bagi Guru dan Siswa
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Saat ini, dunia sedang dihadapkan dengan Pandemi Covid-19, suatu penyakit menular yang berasal dari coronavirus. Seluruh masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas diluar ruangan dan beralih melakukannya dari rumah.

Kemunculan virus corona ini tentunya membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, tak terkecuali pada dunia pendidikan.

Proses belajar mengajar yang biasanya dilakukan di sekolah terpaksa dihentikan untuk sementara, menunggu ketentuan selanjutnya dari pemerintah.

Kemudian terbitlah imbauan untuk melakukan pembelajaran daring, yaitu pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik, khususnya internet dalam penyampaian materinya.

Sistem pembelajaran daring ini dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar agar proses belajar mengajar tetap dapat dilakukan walaupun dari jarak jauh.

Dengan adanya perubahan sistem pembelajaran, para guru dan siswa tentu harus melewati masa transisi, yaitu beralih dari proses pembelajaran dengan tatap muka menjadi virtual.

Karena proses belajar mengajar yang awalnya dilakukan secara tatap muka, kini berubah menjadi pembelajaran daring (dalam jaringan).

Pembelajaran tematik yang diterapkan dalam kurikulum 2013 merupakan pembelajaran yang mengaitkan beberapa materi menjadi satu, kemudian dikemas dalam bentuk tema.

Peserta didik diharapkan dapat memahami konsep-konsep yang dipelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan materi yang sudah dipelajari.

Namun, pembelajaran tematik ini pada akhirnya ikut terkena imbas akibat kesulitan yang dialami saat melakukan pembelajaran melalui metode daring.

Beberapa kendala yang ditemui dalam pembelajaran tematik daring bagi siswa diantaranya adalah:

1. Media yang digunakan tidak memenuhi


Tidak semua siswa memiliki media yang dibutuhkan dalam pembelajaran tematik daring. Beberapa siswa yang tidak memiliki smartphone tentunya akan kesulitan dalam mengakses pembelajaran daring.

Keadaan tersebut dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti keuangan keluarga siswa, kondisi geografis tempat tinggal, dan lain-lain.

Hal tersebut tentunya menyebabkan siswa tertinggal dalam pembelajaran dan memengaruhi tingkat pemahaman siswa. Sehingga, pembelajaran tematik daring pun terkendala.

2. Tugas yang diberikan tidak terlalu dimengerti


Pembelajaran tematik secara daring maupun luring tentunya memberikan kesan yang berbeda bagi siswa. Tingkat pemahaman materi antar siswa tidaklah sama.

Dalam pembelajaran tematik luring saja, tidak semua siswa dapat memahami materi yang diajarkan oleh guru, apalagi saat pembelajaran tematik menggunakan metode daring.

Sering terjadi miskomunikasi yang mengakibatkan siswa tak memahami tugas yang diberikan. Hal tersebut dapat menyebabkan banyak masalah, termasuk pembelajaran tematik yang menjadi kacau karena kesalahan dalam menafsirkan penjelasan guru. Sehingga, pembelajaran tematik pun tak mencapai hasil yang maksimal.

3. Kegiatan belajar mengajar kurang efektif


Selain karena alasan kuota yang mahal, jaringan yang sering terganggu kala hujan atau listrik padam juga membuat pembelajaran terhambat. Keterbatasan dalam kegiatan dan cara penyampaian materi yang monoton juga menyebabkan siswa menjadi pasif dalam pembelajaran tematik.

Dengan segala masalah tersebut, beberapa siswa semakin kesulitan dalam memahami pembelajaran tematik yang diberikan. Rasa jenuh, tertekan, dan stress mudah mereka rasakan. Jika dibiarkan terus-menerus, maka kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan menjadi kurang efektif.