Kepala Dinas Pasar Pasrah PKL Kembali Jualan di Badan Jalan

datariau.com
1.321 view
Kepala Dinas Pasar Pasrah PKL Kembali Jualan di Badan Jalan
Illustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Kepala Dinas Pasar Kota Pekanbaru, Mahyuddin, mengaku pasrah dengan kembalinya pedagang kaki lima Jalan Teratai berjualan di badan jalan. Selaku dinas yang mengelola pasar, dia tak ingin disalahkan.

"Kalau pasar sepi jangan salahkan pemerintah. Pemerintah sudah menyiapkan tempat yang layak, katanya sepi tidak ada pembeli, itu salah pemerintah atau pedagang," cetus Mahyuddin saat ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (17/11/2016).

Dia meminta pedagang kembali melakukan introspeksi diri. Sebab katanya, dalam transaksi jual beli meskipun pemerintah mendatangkan ribuan konsumen masuk ke dalam pasar, tidak ada jaminan bakal ada jual beli.

"Saya datangkan 1000 orang sekarang apa ada jaminan jual beli. Ini tidak jaminan. Ada jual beli itu pelayanan, mutu dagang dan harga barang. Kalau pelayanan baik, mutu barang baik dimana pun dikejar, harga barang turun dikejar orang. Contoh pasar kaget," ucapnya.

Mahyuddin justru salut dengan keberadaan pasar kaget daripada pasar milik pemerintah. Sebab, mutu barang yang ada di pasar kaget jauh lebih murah daripada harga barang milik pemerintah.

"Orang kejar (pasar kaget), karena murah dari harga pasar. Padahal sebelumnya saya sudah imbau ke pedagang kalau mau banting harga, banting di pasar sendiri jangan banting di tempat lain," terangnya.

Soal penertiban lagi, Mahyuddin mengaku hal itu bukan kewenangannya. Dia menyebut bahwa tugas dari pihaknya hanya berada di dalam pasar. Di luar itu, tidak menjadi tanggungannya.

"Menertibkan pedagang bukan kewenangan saya 100 persen, saya hanya persuasif. Kewenangan saya tidak cukup. Saya dalam pasar, tapi pak Wali suruh perintahkan tertulis sepanjang teratai, pasti saya tertibkan. Kalau ada adu fisik, ini perintah," pungkasnya.

Penulis
: Irawan
Editor
: Riki
Tag:Pkl
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query