SELATPANJANG, datariau.com - Mesin pembangkit listrik milik PLN Rayon Selatpanjang berdaya tenaga 5 Megawatt diresmikan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Senin (5/2/2018). Ditandai dengan dihidupkannya salah satu mesin yang terletak di area belakang kantor PLN oleh Gubernur.
General Manejer SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepri, Dwi Suryo Abdullah mengatakan, mesin berdaya 5 MW ini untuk menambah pasokan listrik di Kepulauan Meranti.
Menurutnya, kondisi pembangkit di Pulau Tebingtinggi, Pulau Rangsang, Pulau Padang, saat ini dalam status aman. Khusus di Tebingtinggi, tersedia daya sebesar 15 MW (setelah adanya penambahan 5 MW).
"Sebelumnya ada kontrak berakhir dengan Maxpower 3 MW. Sementara beban puncak di Pulau Tebingtinggi hanya 11,2 MW. Kita punya cadangan daya cukup untuk melistrikan masyarakat di 3 pulau tersebut," kata Dwi.
PLN, kata dia, punya target akan melistriki 22 desa di Meranti yang belum ada penerangan. Meski target Presiden Jokowi di tahun 2019 mendatang seluruh desa sudah harus teraliri listrik.
"Untuk Kepulauan Meranti ditargetkan tuntas 2018. Walaupun kita menemui kesulitan akibat dari beberapa kendala, seperti izin di lahan perusahaan dan kondisi alam gambut di Kepulauan Meranti. Tapi izin itu sudah selesai 2017," kata Dwi.
Sementara Asisten I Setda Kepulauan Meranti, Jonizar mengungkapkan, Meranti yang baru terbentuk di tahun 2009 memiliki angka kemiskinan sebesar 43 persen. Sementara kebutuhan listrik saat itu sangat tinggi.
"Ketersediaan terbatas, sehingga terjadi pemadaman bergilir. Tapi akhirnya bupati Irwan mengupayakan membantu daya 4 MW waktu itu," jelasnya di hadapan Gubri.
Seiring berjalannya waktu, upaya gigih yang dilakukan dengan didukungnya pelayanan PLN yang semakin membaik, hampir seluruh kebutuhan listrik terpenuhi. Apa yang diimpikan masyarakat akhirnya terwujud.
"Menyikapi hal ini, alhamdulillah di usia 9 tahun ini, angka kemiskinan menurun menjadi 32 persen. Karena terbukti dengan ketersediaan listrik. Masyarakat pun puas, tidak ada pemadaman seperti dulu lagi," kata Jonizar.
Sebelum meresmikan, Andi Rachman mengatakan, mesin pembangkit listrik berdaya 5 MW tersebut merupakan upaya PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Riau, khususnya di Meranti. Sehingga kebutuhan listrik dalam rangka menurunkan kemiskinan di seluruh desa di Meranti dapat terpenuhi dengan optimal.
"Untuk menurunkan kemiskinan, memang salah satunya harus ada aliran listrik. Untuk itu, pasokan listrik dari penambahan mesin ini, nantinya desa di Meranti yang belum teraliri dapat terpenuhi," ujar Andi Rachman.

Diakuinya, memang masih ada beberapa desa yang belum teraliri listrik. Dengan begitu, ia berharap kepada perusahaan pelat merah itu bisa mengatasinya hingga seluruh desa tersebut terang benderang.
"Insyaallah akhir tahun 2018 seluruh desa di Riau terutama Kepulauan Meranti bisa terang. Pihak terkait seperti Kajati, Kapolda, Danrem dan lainnya akan membantu bekerjasama dengan PLN untuk mengatasi masalah lahan, hingga tanpa ada gangguan," terang dia.
Dapat disampaikan pula, Gubernur Riau tiba di Selatpanjang menggunakan helikopter yang mendarat di lapangan gelora. Didampingi oleh Kalaksa BPBD Riau Edwar Sanger, Kabiro Kesra Masrul Kasmy, dan beberapa pejabat lainnya.
Arsyadjuliandi Rachman disambut Asisten I Jonizar dan Asisten III T Akhrial, Camat Tebingtinggi Rizki Hidayat, dan beberapa anggota DPRD, E Miratna, Azni Safri, Danramil Bismi Tambunan, pihak PLN dan perwakilan kepolisian, serta masyarakat setempat.