PEKANBARU, datariau.com - Masyarakat pelanggan PLN Area Pekanbaru menyayangkan pemadaman yang terjadi saat ini semakin ganas dan tidak memandang waktu dan tidak diumumkan jadwal.
"Semakin ganas ya pemadaman sekarang, biasa saya baca ada pengumuman di media online, sekarang main padam saja," ungkap seorang pelanggan PLN Area Pekanbaru Rayon Panam, Zardi kepada datariau.com, Senin (28/9/2015).
Dikatakan Zardi, bahwa listrik di daerahnya yakni daerah Tarai yang masuk pada Rayon Panam Senin pagi ini padam dari pukul 7.40 hingga 9.00 WIB. Ia menyayangkan PLN memadamkan listrik di pagi hari.
"Tentu sangat mengganggu kalau listrik dipadamkan di pagi hari. Tapi kita tetap berkhusnuzon (prasangka baik, red) barang kali ada gangguan mendadak. Kita berharap agar PLN semakin bekerja keras dalam memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan," ujarnya.
PLN juga diminta memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kondisi terkini tentang jaringan listrik dengan data yang sebenarnya. Sehingga masyarakat juga bisa paham dengan kondisi tersebut.
"Jika ada manajemen beban, kita harap sampaikan ke masyarakat melalui media yang ada secara akurat. Kita pelanggan juga tahu kok ndak akan selamanya listrik bagus terus, tentu sesekali ada gangguan, tapi PLN harus ada solusi untuk para pelanggan," pungkasnya.
Warga lainnya yang bermukim di daerah Panam kecamatan Tampan, Wira mengaku juga kecewa dengan pelayanan listrik dari PLN Area Pekanbaru. Menurutnya, pemadaman listrik belakangan ini semakin sering dan tanpa ada pemberitahuan.
"Semakin sering ya padam listrik sekarang, susah kita jadinya. Sudahlah asap semakin pekat, listrik semakin sering pula padam," ujarnya.
Memang beberapa hari belakangan ini tidak ada lagi kiriman pengumuman adanya manajemen beban/pemadaman bergilir yang biasanya disampaikan Humas PLN Area Pekanbaru kepada redaksi datariau.com.
Terakhir informasi yang didapat dari PLN Area Pekanbaru, pemadaman sekarang terjadi di PLN Wilayah Riau Kepulauan Riau sehingga PLN Area Pekanbaru juga tidak bisa memastikan kapan manajemen beban itu terjadi. (rik)