Ada Luka Pada Buka Puasa Bersama

Admin
236 view
Ada Luka Pada Buka Puasa Bersama

DATARIAU.COM - Ramadhan datang lagi. Bulan Ramadhan pada 1442 Hijriah. Rasanya, baru saja kemarin Ramadhan berlalu. Masih utuh ingatan Ramadhan di awal-awal penyebaran Covid-19 di negeri ini.

Terasa begitu cepat waktu berlalu. Seakan tanpa sadar, telah melewati banyak hal. Banyak orang mengatakan hal tersebut merupakan pertanda bahwa usia sudah mulai menua. Berbagai tantangan kerja, rutinitas, dan ragam persoalan membuat waktu terasa singkat. Berbeda ketika kecil dulu. Saat masih kanak-kanak, hari-hari penuh kegembiraan. Lepas tanpa ada beban. Sehingga waktu berjalan terasa amat pelan.

Rutinitas Ramadhan yang lalu tidak akan jauh berbeda dengan saat ini. Itu-itu saja cerita yang akan berulang. Aroma ibadah di semua lini sampai aroma kue di penghujungnya. Pakaian baru sampai dengan rencana mudik ke kampung halaman. Isi ceramah sudah bisa ditebak. Bahkan kita hapal dengan sendirinya surat Al-Baqarah ayat 183. Sama halnya kita hapal surat Al-Fatihah tanpa tahu kapan menghapalnya.

Mungkin ada di antara kita telah merencanakan berbagai kegiatan pada Ramadhan kali ini. Biasanya ada kegiatan Buka Puasa Bersama. Baik itu buka puasa dengan keluarga besar, atau dengan klub, grub, atau dengan kelompok apa saja. Yang menarik lagi, munculnya inisiator yang mengkonsolidasikan acara buka puasa bersama sekaligus Reunian.

Jika baru saja lulus SMA, artinya ada agenda buka puasa alumni SMA angkatan sekian. Yang akan hadir adalah mahasiswa baru. Ceritanya pasti seputar kampus mana dan jurusan apa. Bisa jadi ada yang kuliah di luar kota, di luar negeri, atau di tempat pendidikan favorit lainnya. Tapi, di sisi lain apa cerita kawan kita yang tidak lagi bersekolah karena tidak punya biaya.

Jika buka puasa bersama dan reunian ini pada angkatan lebih atas lagi, pembahasannya tentu berbeda pula. Tentang kerja dimana, gaji berapa, nikah sama siapa, rumah di daerah mana, mobil merek apa dan lainnya. Ada yang sudah menjadi pejabat, jadi Dosen, jadi Anggota Legislatif dan lainnya. Acara buka puasa bersama seakan menjadi ajang pamer harta dan pamer tahta. Semua membahas parameter kesuksesan. Padahal bisa saja ada kawan kita yang terlihat belum beruntung. Ada yang belum dapat kerja, ada pula yang belum dapat pasangan. Atau ada yang sudah bertahun-tahun menikah belum mendapatkan keturunan. Bagaimana perasaan mereka menyaksikan semua cerita orang lain yang tampak indah.

Padahal hakikatnya, semua parameter sukses itu hanyalah asam garam kehidupan. Setiap kita punya warna dan jalan yang berbeda. Tidak seperti yang terlihat dari luar apa adanya. Tidak ada satu pun yang benar-benar sukses di dunia. Yang terlihat saat ini bisa saja tipuan. Bisa saja semua tidak akan membekas lama. Karena seluruh kilauan dan kedudukan tidak lebih berharga dari sebelah sayap nyamuk.

Yang sukses adalah mereka yang paling sabar dalam mengarungi ujian kekurangan. Yang sukses adalah mereka yang rendah hati dan bersyukur dengan ujian kelebihan. Kesuksesan sesungguhnya ketika berhasil menutup usia dalam keadaan menyerah. Menyerah tanpa keangkuhan kepada Allah yang menguasai segalanya. Parameter sukses yang paling jelas ialah apabila kalimat terakhir yang keluar dari lisannya adalah “La ilaha illallah.” Dialah orang yang sukses sebenarnya.

Dengan memahami persoalan terebut, kita diharapkan mampu secara bijak menyusun berbagai kegiatan pada bulan Ramadhan kali ini. Tidak terjebak pada sesuatu yang tidak berarti yang hanya menguras energi.

Semoga rangkaian kegiatan dan silaturahmi pada Ramadhan kali ini lebih produktif dan barokah. Ajang silaturahmi tanpa ada perhiasan dunia. Pertemuan penuh cinta dalam bingkai ukhuwah. Saling tolong menolong dalam kebaikan. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (*)

Indragiri Hulu, 11 April 2021
Penulis: El Hadi

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com