DATARIAU.COM - Dilansir dari republika.co.id, ANKARA, Pakar Urusan Global, Sami Al-Arian mengatakan, keputusan Turki untuk menetapkan kembali Hagia Sophia sebagai masjid adalah satu cara untuk menegaskan kedaulatan mereka sebagai negara mayoritas Muslim.
"Turki berpaku pada suara sah rakyat dan pemerintah di kawasan itu," kata Sami Al-Arian, dalam sebuah diskusi virtual seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (18/7)
Keputusan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang telah menandatangani sebuah dekrit yang mengubah Hagia Sophia di Istanbul, dari museum menjadi Masjid mengundang berbagai reaksi dari berbagai kalangan. Mulai para netizen, pejabat dan tak ketinggalan para pemimpin dunia
Tentu saja hal ini merupakan kabar gembira bagi kaum muslimin. Kaum muslimin merasakan euforia kegembiraan tersebut. Di media sosial para netizen ramai ramai mengupload foto masjid Hagia Sophia serta menayangkan video viral kumandang adzan di Masjid Hagia Sophia setelah 86 tahun tanpa kumandang adzan.
Kembalinya Hagia Sophia dari museum menjadi masjid seakan-akan mengembalikan ingatan kaum muslimin tentang kejayaan Islam di masa silam yaitu ketika Konstantinopel ditaklukkan oleh Muhamad Al Fatih, yang kemudian wilayah kekuasaan Bizantium ini menjadi wilayah kekuasaan negara Islam yaitu Daulah Khilafah.
Namun disisi lain pemimpin-pemimpin negara-negara barat mengungkapkan 'kekecewaan' terkait hal tersebut.
Padahal dengan menandatangani dekrit "Hagia Sophia" saja, dunia meradang. Kecaman hingga kutukan yang dilontarkan AS, Uni Eropa, Yunani, para pemimpin Kristen Ortodoks, Paus Fransiskus, dan lain-lain adalah sikap yang melekat pada keluarga Kristen Eropa yang tak pernah ridha pada Islam -termasuk hanya pada simbolnya-. Begitulah, kaum kafir dan munafik selalu membuat makar untuk mendiskreditkan Islam tak pernah hendak surut.
Fobia akan Islam memang ditonjolkan secara berlebihan oleh barat. Apalagi fobia terhadap Khilafah Islamiah yang sukses dipersepsikan Barat sebagai kekuasaan yang haus darah.
Mengapa kaum Kafir dan munafik begitu khawatir dengan dikembalikannya Hagia Sophia menjadi masjid? Karena hal ini bisa menjadi pemantik semangat, tentang kembalinya kejayaan Islam sebelum kabar ini disempurnakan dengan tegaknya Khilafah, karena Hagia Sophia sangat terkait erat dengan sejarah Kekhilafahan
Sedangkan Hadirnya kembali khilafah merupakan janji Allah SWT yang tertera dalam Al-Qur'an surat An-nur ayat 55 yang artinya
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik".(TQS.AnNur Ayat 55)
Tapi kalau umat islam ini mau meneliti bahwasannya hagia Sophia hanyalah satu dari banyaknya harta kaum muslimin yang dirampas oleh kaum kafir yang dibantu oleh orang orang yang munafik sejak diruntuhkannya Khilafah oleh Mustafa kemal Ataturk. Pada tanggal 3 Maret 1924
Sungguh dunia barat, khawatir akan kebangkitan peradaban islam, sebagai salah satu peradaban yang paling berpengaruh dalam catatan sejarah, dimana islam pernah berjaya selama hampir 14 abad lamanya serta berada pada puncak kejayaannya Sementara barat pada saat itu berada dalam kondisi yang sangat memperhatinkan dan sangat ketinggalan, baik di bidang peradaban dan lebih-lebih bidang ilmu pengetahuan, sedangkan islam memiliki lebih banyak ilmu pengetahuan, berbagai disiplin ilmu serta para ilmuwan yang namanya terkenal sampai saat ini seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi , Jabir Ibnu Hayyan, Ibnu al-Nafis, Ibnu Khaldun ,Al Zahrawi , dan lain-lain. Para ilmuwan tersebut mengembangkan ilmunya dengan sangat cepat, dengan hasil yang sangat luar biasa, yang belum pernah berhasil oleh semua peradaban manapun sebelumnya,
Dan kembalinya Khilafah Islamiyah akan membuat lonceng kematian sistem rusak ini semakin dekat dan dunia akan selamat dalam limpahan rahmat dari Allah SWT
WallahuA'lambishawab.