PEKANBARU, datariau.com - Pada moment Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-71, Kota Pekanbaru dwarnai dengan pemadaman listrik bergilir. Masyarakat mengaku belum bisa menikmati kemerdekaan yang seutuhnya.
"Ini buktinya kita belum sebenar-benarnya merdeka, karena menjelang peringatan hari kemerdekaan, terbukti kalau kita masih belum bisa menikmati listrik dengan baik," ungkap Warno, warga kecamatan Tampan kota Pekanbaru, Selasa (16/8/2016).
Dikatakannya, seperti pada hari Senin, listrik padam saat menjelang maghrib dan hidup lagi seusai shalat Isya. Kondisi membuat masyarakat yang melaksanakan ibadah shalat Maghrib dan Isya menjadi terganggu.
"Sejak dulu selalu alasannya terjadi defisit, pemeliharaan jaringan dan sebagainya yang pastinya alasan klasik yang selalu kita dengar saat persoalan listrik dikeluhkan pelanggan," ujar Zardi, warga Tarai yang menikmati listrik dari aliran Rayon Panam, Pekanbaru.
Kebijakan PLN, selama ini juga dinilai seperti "Menjajah" pelanggan, dimana pelanggan diminta harus taat dan membayar listrik tepat waktu sementara pelayanan yang diterima pelanggan tidak maksimal dan PLN sering tidak ingin disalahkan dan tidak kunjung memperbaiki pelayanan listrik.
"Mana mau tahu PLN kalau alat elektonik di rumah kita rusak akibat seringnya listrik padam, dan mana pula akan mau tahu PLN kerugian yang akan dialami masyarakat yang menggunakan listrik sebagai sarana untuk mencari nafkah," kata Azhar, pengusaha konveksi.
Sebenarnya, kata masyarakat, PLN jika ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, bisa dengan cara mematikan pelanggan besar seperti mal dan hotel saat beban puncak, sehingga yang padam bukan pelanggan rumah tangga melainkan pelanggan besar yakni mal dan hotel.
"Memang kalau mereka (mal dan hotel) dipadamkan listriknya pendapatan PLN akan turun, tapi lebih baik dari pada disumpah masyarakat karena seringnya listrik padam," ujar Zul, warga lainnya.
Humas PLN Area Pekanbaru Komang Sudarsana memang telah merilis jadwal dan likasi mana saja yang akan padam listriknya pada Selasa 16 Agustus 2016, durasinya mulai pukul 18.00 sampai pukul 20.00 WIB.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," pungkas Komang melalui pesan elektroniknya.