BAGANBATU, datariau.com - Sejumlah warga Pirdam Jalur II Bagan Manunggal, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir merasa dirugikan PLN karena adanya pemadaman yang tidak diumumkan, Selasa (22/11/2016).
Menurut warga, akibat adanya pemeliharaan jaringan oleh PLN, dan memadamkan listrik warga tanpa pemberitahuan, terjadi tegangan listrik yang tidak stabil bahkan saat listrik tiba-tiba mati ataupun saat tiba-tiba hidup lagi, membuat peralatan elektronik dan lampu warga rusak.
"Kami minta PLN Rayon Bagan Batu bertanggung jawab atas kerusakan lampu rumah kami banyak yang putus," pinta Yusni selaku ibu rumah tangga kepada Datariau.com, Selasa (22/11/2016) malam.
"Untuk rumah saya saja ada empat bola lampu putus akibat tegangan listrik tinggi tadi. Tak hanya itu, cas hp juga rusak. Untung saja kipas angin dan kulkas dan untuk masak nasi cepat-cepat saya cabut cok kontaknya," ujarnya.
Diterangkannya,listrik tadi padam di Pirdam sekitar pukul 16.30 WIB dan baru nyala sekitar pukul 18.30 WIB, namun tiba-tiba lampu yang nyala tak seperti biasanya. Kerusakan ini bukan dirinya saja mengalami, namun warga lainnya juga merasakan hal yang sama.
"Tak lama itu terdengar sana sini bunyi bola lampu meledak dan menimbulkan bau sangit akibat terbakar dan warga lainya juga kedengaran ikut panik bola lampu mereka juga putus," katanya.
Kondisi ini dikatakan Yusni murni karena adanya pemadaman dan daya listrik yang tidak stabil, sehingga peralatan elektronik dan lampu warga banyak yang rusak. Untuk itu, sesuai aturan, PLN diwajibkan mengganti peralatan dan lampu warga yang rusak.
"Jangan tahunya PLN ini terlambat bayar sikit, sibuk ancam mau putuskan meteran, pas kayak gini bagimana pertanggungjawaban ke masyarakat. Untuk gantikan bola lampu saja dah bisa untuk bayar listrik satu bulan. Satu bola 45 Watt dah berapa dan lainya. Maka itu kami mohon kerusakan alat alat kami digantikan oleh PLN, kalau tak mau kenapa tak dari awal dikasih tahu ada perbaikan jaringan," tegasnya.
Hal senada juga diungkapan ibu rumah tangga lainya, Tina, bahwa ia mengalami kerusakan alat penanak nasi, magic com. "Tiba-tiba lampu nyala langsung meledak dan berbau alat terbakar, begitu dicek lampunya untuk masak nasi nggak nyala lagi," katanya.
"Padahal ini satu-satunya untuk masak nasi. Kami sangat kesal ke PLN. Kalau seperti ini bagimana pertanggungjawaban mereka, jangan tahunya lambat sikit bayar putus, kerusakan seperti ini nggak mau ganti," ujarnya.
Warga lainya Faisal juga mengatakan demikian. Dimana dirinya sempat didatangi petugas PLN da mempertanyakan perihal putusnya lampu depan rumahnya. Faisal menjelaskan kepada petugas PLN itu bahwa bukan hanya lampu depan yang putus melainkan banyak bola lampu yang rusak akibat arus tidak stabil usai pemadaman tadi.
"Saya didatangi petugas PLN dan bertanya putus lampu depan ya. Dan saya bilang, bola lampu di rumah ini banyak putus akibat arus tegangan tinggi. Sempat saya bilang, apa nggak diganti ini lampu dari PLN, setelah itu mereka pergi tanpa ada jawaban pasti," katanya.
Warga sangat resah dengan kondisi listrik di daerah tersebut, karena pemadaman tanpa ada pemberitahuan dan kondisi listrik pun tidak stabil saat listrik hidup kembali, sehingga mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik dan bola lampu warga. Warga khawatir suatu saat jika listrik selalu demikian, akan berakibat buruk bagi rumah mereka.
"Seperti ini terus sangat berbahaya sekali bagi rumah warga. Untuk saja cuma terbakar lampu dan alat elektronik lainya. Kalau rumah terbakar apa mau ganti. Makanya itu, kalau ada perbaikan jaringan kasih tahu ke masyarakat dan himbau, agar kami tahu dan waspada, mencabut segala sesuatu sebelum listrik padam dan akan hidup. Jangan kayak gini dong, kami rugi nih," kesanya.