Terganggu Aksi Bongkar Muat Angkutan Sembako, Warga Lapor ke DPRD Pekanbaru

Datariau.com
192 view
Terganggu Aksi Bongkar Muat Angkutan Sembako, Warga Lapor ke DPRD Pekanbaru
Foto: Endi Dwi Setyo

PEKANBARU, datariau.com - Guna membahas permasalahan pengelola angkutan sembako dan masyarakat yang terganggu dengan suara truk pengangkut sembako, Komisi IV DPRD Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak pengusaha grosir sembako, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, pihak kecamatan dan kelurahan, RT/RW serta masyarakat.

Pertemuan berlangsung di ruangan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Pekanbaru, Selasa (19/1/2021).

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST didampingi anggota lainnya Robin Eduar, Zulfahmi, Nurul Ikhsan, Wan Agusti dan Ruslan Tarigan.

Sementara itu, pertemuan dihadiri oleh Dinas Perhubungan melalui Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalulintas (MRL) Edi Sofyan, Camat Payung Sekaki, pihak Kelurahan Tampan, RT/RW serta masyarakat.

Warga RW 04 Jalan Bakung Riau Ujung mengaku terganggu dengan suara gaduh aktifitas mobil truk pengakut sembako, sehingga mereka melaporkan masalah tersebut ke Komisi IV DPRD Pekanbaru.

Effi Noer selaku Ketua RW 04 Kelurahan Tampan mengatakan bahwa permasalahan ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun, masalah ini baru dilaporkan warga karena sudah tidak tahan dengan suara gaduh yang ditimbulkan oleh aktivitas dari mobil truk pengakut sembako dari perusahaan grosir pribadi tersebut.

“Persoalan ini, sebenarnya sudah berlangsung cukup lama dan turun temurun sehingga akhirnya memuncak sekarang. Masalah ini sebenarnya sudah dimediasi oleh pihak RT, namun tidak membuahkan hasil dan sampai lah laporan ini ke saya laporan. Karena sudah tak tahan lagi, akhirnya warga melaporlah ke Komisi IV DPRD Pekanbaru,” jelasnya.



Menanggapi permasalahan ini, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono mengatakan bahwa pelaksanaan hearing berlangsung cukup alot namun ada kesepakatan yang didapatkan. Kesepakatan tersebut adalah mobil truk sembako bisa beroperasi sejak pukul 05.30 wib dan berakhir pada pukul 20.30 wib.

“Pelaksanaan hearing tadi berlangsung cukup alot, warga dan pengusaha sembako sempat bersitegang namun ada kesepakatan yang didapatkan. Kita tidak melarang pengusaha menjalankan aktivitas bongkar muat sembako ini, namun kita juga memperhatikan kenyamanan masyarakat sekitar. Sehingga pada akhirnya pengusaha tidak rugi, masyarakat merasa aman dan nyaman,” ungkapnya.



Usai hearing, warga dan pengusaha grosir sembako menandatangani surat perjanjian diatas kertas bermaterai. Hal ini disaksikan langsung oleh Lurah, Camat, Dinas Perhubungan dan Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru.

Politisi Demokrat ini menambahkan, apabila pengusaha grosir sembako tersebut melanggar perjanjian, maka warga mengancam akan melaporkan permasalahan tersebut ke Polsek Payung Sekaki. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com